
Persiapan Kota Surabaya Menghadapi Musim Hujan
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menunjukkan komitmen penuh dalam mempersiapkan kota menghadapi musim hujan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai langkah komprehensif, mulai dari normalisasi saluran hingga pemeliharaan infrastruktur vital yang diperlukan untuk mengurangi risiko banjir dan genangan air.
Secara intensif, Pemkot Surabaya telah menyelesaikan berbagai program pemeliharaan dan normalisasi saluran utama di seluruh kota. Program ini juga didukung dengan peningkatan kesiapan infrastruktur penanggulangan banjir agar potensi banjir dapat diminimalkan seoptimal mungkin.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan fokus pada upaya pencegahan sejak dini, terutama selama musim kemarau lalu.
"Secara pengelolaan drainase, kami telah memaksimalkan upaya pemeliharaan. Kegiatan utama kami adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur. Ini merupakan upaya kolaboratif lintas sektor yang kuat, melibatkan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, karena banyak saluran utama yang saling terhubung," jelas Windo, Senin (20/10/2025).
Windo menegaskan, pengerjaan fisik, termasuk normalisasi saluran, dilakukan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan difokuskan pada titik-titik yang membutuhkan penanganan genangan segera.
"Fokus utama kami adalah mengembalikan kapasitas daya tampung air di saluran. Setelah proses normalisasi yang efektif membersihkan sedimen lumpur dan sampah, yang terjadi adalah pengembalian kapasitas saluran ke kondisi optimalnya, yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan saluran dalam menerima debit air hujan," tegasnya.
Meskipun diakui tantangan kebutuhan alat berat cukup besar, DSDABM tetap memprioritaskan saluran dengan dampak strategis tinggi. Sejumlah saluran primer dan sekunder yang menjadi fokus pengerjaan utama, antara lain saluran Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru.
Kesiapan Infrastruktur Penunjang
Kesiapan infrastruktur penunjang juga menjadi perhatian utama. Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) DSDABM telah menjalankan evaluasi dan identifikasi menyeluruh terhadap kinerja rumah pompa dan bozem.
"Kami pastikan seluruh fungsi pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan kondisi genset juga rutin dilakukan untuk memastikan operasional pompa tidak terganggu saat terjadi pemadaman listrik. Kegiatan perbaikan dan pemeliharaan ini adalah agenda rutin yang kami lakukan sebagai bagian integral dari kesiapan menghadapi curah hujan tinggi," imbuhnya.
Windo menerangkan bahwa DSDABM telah mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan perhatian serius, di mana kerawanan genangan masih terdistribusi merata di beberapa wilayah, termasuk kawasan utara seperti Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, dan Kalianak, timur di Medokan Ayu dan Semolowaru, serta barat di Tengger. Meskipun demikian, upaya penanggulangan terus diintensifkan, seiring dengan evaluasi mendalam terhadap efektivitas infrastruktur yang telah terbangun.
"Meskipun pembangunan box culvert di Petemon dan Tengger serta normalisasi di Kalianak telah rampung, peningkatan kapasitas rumah pompa yang melayani kawasan tersebut masih menjadi kebutuhan mendesak," pungkasnya.
Fokus pada Titik-Titik Rawan
Selain itu, DSDABM juga terus melakukan evaluasi terhadap saluran-saluran yang memiliki risiko tinggi terhadap genangan. Beberapa daerah yang dianggap rentan adalah kawasan utara, timur, dan barat Surabaya. Di kawasan utara, seperti Simorejosari dan Simohilir, terdapat beberapa titik yang memerlukan perhatian khusus. Di kawasan timur, khususnya Medokan Ayu dan Semolowaru, ada beberapa saluran yang masih memerlukan normalisasi lebih lanjut. Sementara di kawasan barat, seperti Tengger, juga menjadi fokus utama dalam penanganan genangan.
Untuk memastikan semua saluran berfungsi secara optimal, DSDABM juga terus memperkuat kerja sama dengan instansi terkait. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap saluran dapat menyerap air hujan secara efisien dan mencegah terjadinya genangan yang berpotensi menyebabkan banjir.
Peran Teknologi dalam Pengelolaan Air
Selain upaya fisik, DSDABM juga memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan air. Dengan adanya sistem pemantauan real-time, petugas dapat dengan cepat mengetahui lokasi-lokasi yang memerlukan perbaikan atau pemeliharaan. Teknologi ini juga membantu dalam mengambil keputusan terkait prioritas penanganan saluran.
Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, Pemkot Surabaya berharap dapat mengurangi risiko banjir dan genangan di seluruh kota. Kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi musim hujan.