
Inisiatif Kolaborasi untuk Gaya Hidup Ramah Lingkungan
Di tengah tren gaya hidup ramah lingkungan yang semakin meningkat, kota Bandung menjadi pusat inovasi dengan hadirnya Jaga Bumi Eco Mart & Community Hub. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara beberapa lembaga dan individu yang peduli terhadap lingkungan. Selain Toko Organis yang dikelola oleh Perkumpulan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan (YPBB) dan Toko Nol Sampah milik Siska Nirmala, kini muncul lagi Jaga Bumi Eco Mart & Community Hub di Cihampelas Walk (Ciwalk) Bandung.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Jaga Bumi Eco Mart & Community Hub adalah proyek yang digagas oleh Askara Nusantara, Toko Nol Sampah, Bumijo, dan Ngadaur. Proyek ini didukung penuh oleh Kitabisa.org, yang menyatakan bahwa seluruh keuntungan dari proyek ini akan digunakan untuk mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan memperkuat gerakan greenpreneur.
Membangun Komunitas dan Berbagi Ilmu
Koordinator Program Jaga Bumi Eco Mart & Community Hub, Tubagus Ari Satria Bakti, menjelaskan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar toko, tetapi juga menjadi tempat untuk berbagi ilmu dan mengadakan aktivasi mingguan. "Setiap pekan harus ada aktivasi," ujarnya saat ditemui pada 12 Desember 2025. Ia menambahkan bahwa Jaga Bumi juga menjadi ruang bagi para greenpreneur untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan.
Kehadiran Jaga Bumi mendapat respons positif dari berbagai organisasi non-pemerintah (NGO). Ari, yang juga pendiri Ngadaur, mengungkapkan bahwa banyak NGO yang ingin berkolaborasi dengan Jaga Bumi. Selain itu, Jaga Bumi juga bekerja sama dengan Plastavall Solution, sehingga pengunjung dapat menyetorkan sampah mereka, kecuali sampah B3.
Proses Kurasi Produk untuk Keberlanjutan
Ari menjelaskan bahwa UMKM greenpreneur bisa menyalurkan produknya ke Jaga Bumi, tetapi harus siap jika produknya tidak diterima. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi agar produk bisa tampil di etalase Jaga Bumi. "Kami kurasi. Jangan sampai seperti toilet, semua jualan plastik. Tapi kalau bentuknya beda lebih lucu," katanya.
Jaga Bumi juga berharap bisa membangkitkan semangat sirkular ekonomi. Ari merasa senang karena banyak teman-temannya yang aktif dalam gaya hidup ramah lingkungan mendukung kehadiran Jaga Bumi. Ruang yang mencolok di area Cihampelas Walk membuat eco mart yang diresmikan pada 12 Desember 2025 tersebut ramai dikunjungi. Salah satu pengunjung mengatakan, "Wow, ini seperti di luar negeri. Ini kayak di Amerika Serikat."
Pengalaman Unik dan Edukasi
Siska Nirmala, pegiat Zero Waste Adventure, setuju dengan tanggapan positif tersebut. Ia tak menyangka dengan respons pengunjung. Jaga Bumi menjadi 'rumah' ketiganya setelah Toko Nol Sampah Pajajaran dan Dago. Ia mengungkapkan pengalaman unik, yaitu ada pengunjung yang membawa kelinci untuk mencari sayuran.
Di Jaga Bumi, Siska dan Ari juga berbagi pengetahuan, termasuk pengomposan menggunakan maggot BSF atau serangga lalat tentara hitam. Kehadiran Jaga Bumi menjadi salah satu ruang pertemuan komunitas.
Awal Mula dari Sayembara
Program Manager Askara Nusantara, Muhammad Nur Afif Aulia, menjelaskan bahwa kehadiran Jaga Bumi bermula dari sayembara aksi jaga bumi pada Februari 2024. Titik awalnya adalah Bandung Raya. Sejumlah bank sampah, kelompok wanita tani, dan koperasi yang fokus pada waste management berlomba. Ngadaur menjadi salah satu finalis.
Afif menjelaskan bahwa awalnya fokus pada kesadaran tentang pengolahan sampah. Mereka berhasil menciptakan siklus dan bertahan. Setelah itu, langkah berikutnya adalah bagaimana menghidupkan operasionalnya, karena tantangan hari ini adalah jika hanya ikut-ikutan lomba, biasanya tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, dibuat mekanisme operasional agar mereka bisa memiliki pemasukan.
Inkubasi dan Pendanaan
"Kita bikin produk, jasa macam-macam. Nah, di 2025 setelahnya kita bikin stage selanjutnya, Askara Green Planner Academy. Itu inkubasi mereka yang sudah punya produk dan siap melaju ke pasar. Kami inkubasi selama tiga bulan," ujarnya. Setelah itu, kata Afif, dilakukan kurasi. Ada penjurian. Pemenang mendapatkan pendanaan, baik hibah maupun donasi bergulir. Belum selesai Askara Green Planner Academy, konsep Jaga Bumi tercetus, sehingga menyerap produk-produk greenpreneur.
Afif menambahkan bahwa dukungan bukan hanya datang dari NGO saja, tetapi juga dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Sosial. Dia berharap, konsep yang diterapkan Jaga Bumi bisa diterapkan di kota-kota lain.