Hadiri Tanwir IMM di Malang, Menteri Bahlil: Pemuda Berperan Penting dalam Kemandirian Energi

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Hadiri Tanwir IMM di Malang, Menteri Bahlil: Pemuda Berperan Penting dalam Kemandirian Energi
Hadiri Tanwir IMM di Malang, Menteri Bahlil: Pemuda Berperan Penting dalam Kemandirian Energi

Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Kemandirian Energi Nasional

Masa depan bangsa Indonesia berada di tangan generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi perubahan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Bahlil menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XXXIII di Universitas Muhammadiyah Malang, Kota Malang, pada Rabu (29/10/2025). Ia menekankan bahwa masa depan negara ini ada di tangan pemuda yang berproses dan siap menghadapi tantangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam konteks transisi energi dan kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar, Bahlil menilai pemuda dituntut tidak hanya memahami isu energi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendorong inovasi dan efisiensi sumber daya.

Tantangan Sektor Energi

Bahlil menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam sektor energi, terutama tingginya angka impor bahan bakar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong program pengurangan impor melalui pengembangan energi terbarukan dan bahan bakar campuran berbasis sumber daya dalam negeri seperti Crude Palm Oil (CPO) dan etanol.

"Konsumsi solar kita itu 34 juta ton per tahun, sekarang kita blending (campuran) antara B10 sampai B40. Impor kita sekarang tinggal 4,9 juta barrel per tahun. Di 2025, kita dorong menjadi B50, B50 adalah campuran dari CPO ke etanol. Nah kemudian kita dorong lagi untuk bensin, kita bikin E10, supaya campurannya adalah etanol," jelasnya.

Langkah menekan impor energi merupakan bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara dan memperkuat ekonomi nasional. Bahlil menilai masih ada sejumlah pihak yang tidak mendukung kebijakan ini karena terbiasa diuntungkan oleh kuota impor energi.

"Pasti banyak pihak yang tidak suka dengan kebijakan ini. Tapi bagi saya demi kedaulatan Ibu Pertiwi jangankan selangkah, sejengkal pun saya tidak mundur untuk menghadapi hal-hal seperti ini," tegasnya.

Ajakan untuk Partisipasi Aktif

Lebih lanjut, Bahlil mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam membangun wacana publik yang konstruktif terkait isu energi. Menurutnya, kritik dan pemikiran dari pemuda merupakan bagian penting dalam memperkuat kebijakan energi nasional.

"Jadi adik-adik, kritik kalian itu seperti gizi bagi saya. Bukan saya membenci kalian, kalian adalah bagian dari pada kebesaran saya semua," pungkasnya.

Melalui forum tersebut, Bahlil menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dengan kalangan muda dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi energi dari generasi baru. Ia berharap agar pemuda terus mengasah kemampuan dan menjadi bagian dari perjuangan mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Bangun Sinergi

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong IMM membangun sinergi kolektif antar pemuda, lintas organisasi, dan elemen bangsa dalam membangun masa depan Indonesia yang berdaya dan berkeadaban.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pesan mendalam bahwa Tanwir IMM Ke-33 bukan sekadar forum organisasi, tetapi wadah menyiapkan pemimpin strategis bangsa yang siap menggerakkan perubahan.

"Saya rasa ini sangat penuh makna bagaimana IMM menyiapkan masa depan, terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa," tandas Gubernur Khofifah.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan