
Perkembangan Saham yang Mengalami Kenaikan Signifikan
Selama tahun 2025, beberapa saham yang dimiliki oleh tokoh-tokoh ternama di Indonesia mengalami kenaikan yang luar biasa. Tidak perlu menunggu momen window dressing, saham-saham tersebut telah mencatatkan kinerja yang sangat mengesankan sepanjang tahun ini.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Window dressing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan upaya para manajer investasi dalam memoles kinerja portofolio mereka pada akhir periode, baik kuartalan maupun tahunan. Namun, berbeda dengan kebiasaan umum, beberapa saham justru mengalami pertumbuhan yang fantastis dan disebut sebagai multibagger. Multibagger merujuk pada saham yang mengalami kenaikan harga lebih dari 100%.
Berdasarkan data Bloomberg pada akhir perdagangan Jumat (3/10/2025), sejumlah saham bahkan tumbuh ribuan persen sepanjang tahun 2025. Salah satu yang terdepan adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) dengan kenaikan sebesar 4.239,62% hingga mencapai Rp18.400. PGUN merupakan emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang dimiliki oleh Haji Isam atau Andi Syamsudin Arsyad. Pemilikannya melalui PT Citra Agro Raya sebesar 38,25% dan PT Araya Agro Lestari sebesar 38,44%. Kedua entitas ini termasuk bagian dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR).
JARR juga menjadi salah satu saham multibagger dengan kenaikan sebesar 1.270,97% ke Rp4.670. Kuasa Haji Isam masuk melalui PT Eshan Agro Sentosa yang menguasai saham JARR sebesar 86,64%. PT Eshan Agro Sentosa merupakan subholding bisnis terintegrasi di bidang minyak sawit.
Di balik saham-saham multibagger lainnya adalah Happy Hapsoro melalui saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA). Saham BUVA tercatat mengalami kenaikan sebesar 934,48% sepanjang 2025 ke Rp750. Happy Hapsoro memiliki kepemilikan sebesar 7,91% di emiten yang menggarap bisnis perhotelan dan kapal pesiar tersebut.
Selain itu, Asep Sulaeman juga turut serta dalam kenaikan saham melalui PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA). Saham emiten yang bergerak di bidang holding, perdagangan tekstil hingga alas kaki ini tercatat naik sebesar 822,22% ke Rp73. Asep Sulaeman masuk melalui PT Lembur Sadaya Investama yang menguasai 68,71% saham ZATA.
Perkembangan Indeks dan Transaksi Pasar Modal
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,23% ke 8.118,30 secara mingguan pada periode 29 September-3 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami peningkatan sebesar 1,29% menjadi Rp15.079 triliun dari Rp14.888 triliun pada sepekan sebelumnya.
Peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan sebesar 6,68% menjadi 2,62 juta kali transaksi dari 2,46 juta kali transaksi pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini naik sebesar 5,61% menjadi 49,72 miliar lembar saham dari 47,08 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Lalu, rata-rata nilai transaksi harian BEI mengalami penurunan sebesar 11,24% menjadi Rp25,02 triliun dari Rp28,19 triliun pada pekan sebelumnya.
Catatan Penting
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.