
aiotrade, JAKARTA — Delegasi politik Hamas mengadakan pertemuan dengan pejabat dari Qatar, Mesir, dan Turki di Doha pada Selasa (30/9/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas rencana perdamaian di Gaza, Palestina yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Hamas sedang meninjau secara mendalam rencana 20 poin yang diumumkan oleh Trump sehari sebelumnya. Rencana ini ditujukan untuk mengakhiri agresi militer Israel dan perlawanan Hamas yang telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Hamas disebut sedang mencari kejelasan terkait beberapa aspek teknis sebelum menyusun tanggapan resmi. Mereka akan berkonsultasi dengan faksi-faksi Palestina lainnya sebelum memberikan respons akhir. Menurut sumber tersebut, Hamas kemungkinan akan meminta revisi pada beberapa poin dalam rencana tersebut, alih-alih langsung menolak atau menerima usulan tersebut. Hal ini membuka ruang untuk perundingan lanjutan dengan Israel dan mediator seperti Qatar.
Israel sebelumnya menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan serangan militernya di Gaza jika Hamas menolak usulan tersebut. Trump bahkan memberikan tenggat waktu tiga hingga empat hari bagi Hamas untuk membuat keputusan.
“Apa yang kami inginkan sederhana: sandera dikembalikan segera, dan perilaku baik dari Hamas. Kalau tidak, ini akan berakhir sangat menyedihkan,” ujar Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menilai rencana gencatan senjata Gaza yang diajukan Trump memenuhi tujuan utama mediator, yakni menghentikan pembunuhan dan pengusiran warga Palestina.
Sheikh Mohammed menyebut Doha telah menyampaikan proposal tersebut, yang sudah didukung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kepada tim negosiasi Hamas. Mereka juga membahas garis besar kesepakatannya.
Dia mengakui ada tantangan teknis dalam implementasi rencana tersebut, namun menilai prioritas mendesak adalah menghentikan pertumpahan darah di Gaza sembari membuka peluang politik baru.
“Semua pihak sepakat untuk menghentikan perang, mencegah pengusiran, dan memastikan penarikan penuh tentara Israel. Tiga hal ini menjadi pokok utama. Fokus utama adalah melindungi rakyat Gaza, dan pihak yang paling bertanggung jawab mengelola Gaza adalah rakyat Palestina sendiri,” ujarnya.