Hanya BLT, 328 Ribu Warga Yogya Dapat Bansos Beras 20 Kg

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Hanya BLT, 328 Ribu Warga Yogya Dapat Bansos Beras 20 Kg

Bantuan Sosial Beras Diperluas untuk Warga DIY

Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinsos DIY) mengumumkan bahwa sebanyak 328.770 warga di provinsi ini akan menerima penebalan bantuan sosial (bansos) beras. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama selama situasi pandemi dan kondisi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih, bansos beras yang diberikan untuk bulan Oktober dan November berupa beras sebanyak 20 kg per bulan serta minyak goreng sebanyak 4 liter. Total bantuan tersebut mencakup dua bulan, yaitu Oktober dan November.

Endang menjelaskan bahwa sumber dana dari bantuan pangan ini berasal dari Badan Pangan Nasional. Saat ini, Bulog sedang dalam tahap persiapan dan rencana penyaluran bansos akan dilakukan pada bulan November.

Rincian penerima bansos beras ini dibagi berdasarkan wilayah administratif. Kota Yogyakarta memiliki 20.604 penerima manfaat, Kabupaten Sleman sebanyak 75.455 penerima manfaat, Kabupaten Gunungkidul sebanyak 94.426 penerima manfaat, Kabupaten Bantul dengan 87.678 penerima manfaat, dan Kabupaten Kulon Progo sebanyak 50.607 penerima manfaat.

Endang menegaskan bahwa target penerima bansos ini berbeda dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). "Beda dengan BPNT. Itu (penebalan bansos beras) data dari Badan Pangan Nasional yang nyalurkan Bulog," katanya.

BLT Rp 900 Ribu untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Selain bansos beras, pemerintah juga telah memastikan cairnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) mulai Senin (20/10). Program ini merupakan tambahan dari Kartu Sembako atau BLT Reguler, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Melalui program tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan (Oktober, November, dan Desember), yang akan disalurkan sekaligus sebesar Rp 900.000 kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran BLT Kesejahteraan dilakukan melalui Himbara, yang mencakup 18,3 juta penerima manfaat. Dana ini akan langsung diberikan mulai minggu depan. Selain itu, sebanyak 17,2 juta penerima manfaat lainnya akan menerima bantuan melalui PT Pos, yang siap diberikan mulai Senin (20 Oktober) nanti.

Program BLT Kesejahteraan ditargetkan untuk lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dapat menjangkau sekitar 140 juta jiwa. Jumlah ini mencakup ayah, ibu, dan dua anak, yang termasuk dalam Desil 1 hingga 4 berdasarkan data sosial sensus ekonomi nasional.

Penyaluran Bantuan yang Efisien dan Terstruktur

Pemerintah dan lembaga terkait telah memastikan bahwa proses penyaluran bantuan sosial berjalan secara efisien dan terstruktur. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua penerima manfaat mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau kondisi ekonomi masyarakat agar bisa memberikan bantuan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan adanya bantuan sosial seperti bansos beras dan BLT Kesejahteraan, diharapkan masyarakat dapat lebih stabil dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang masih ada.

Kesimpulan

Bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah, baik berupa bansos beras maupun BLT Kesejahteraan, merupakan langkah penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan penyaluran yang terencana dan terstruktur, diharapkan semua penerima manfaat dapat merasakan manfaatnya secara langsung dan berkelanjutan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan