Hanya Hukuman? Komnas PA Minta Rehabilitasi Psikologis Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72

admin.aiotrade 12 Nov 2025 4 menit 18x dilihat
Hanya Hukuman? Komnas PA Minta Rehabilitasi Psikologis Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72

Penanganan Psikologis Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Komnas PA mengungkapkan pentingnya penanganan psikologis terhadap terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Menurut Ketua Komnas PA, Agustinus Sirait, langkah ini diperlukan untuk memastikan kondisi mental dan emosional terduga pelaku agar bisa lepas dari pengaruh kekerasan.

Hal ini sejalan dengan Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Nomor 11 Tahun 2022 yang menekankan perlindungan hak-hak anak dalam proses hukum. Sirait menyatakan bahwa penanganan psikologis menjadi prioritas utama dalam rehabilitasi anak-anak yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Ketika anak berhadapan dengan hukum, penanganan psikolog yang paling penting untuk bisa merehabilitasi anak-anak ini," ujar Sirait di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (11/11/2025).

Berdasarkan informasi sementara, Komnas PA menyimpulkan bahwa terduga pelaku telah mengalami hal-hal negatif dalam hidupnya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kondisi di rumah atau lingkungan sekolah, sehingga perlu adanya intervensi psikologis untuk memahami penyebab tindakan yang dilakukan.

"Kita harapkan bisa pulih dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik. Pastinya penanganan psikolog dibutuhkan, pemerintah harus hadir untuk membantu anak-anak," tambahnya.

Mencegah Kasus Serupa

Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, Sirait mendukung rencana pemerintah untuk membatasi akses anak-anak terhadap gim dan konten media sosial yang mengandung kekerasan. Ia menyoroti bahwa banyak gim dan konten media sosial yang dapat memengaruhi perilaku anak, terlebih jika pengawasan orang tua minim.

"Kita tidak ada kata terlambat. Ini jadi PR kita bersama bagaimana cara membatasi supaya anak-anak terhindar dari efek negatif di sosial media. Dimulai dari siapa, dari orangtua," ujarnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengakibatkan puluhan korban luka pada Jumat (7/11/2025). Hingga kini penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, namun berdasarkan keterangan siswa, ledakan diduga dipicu oleh seorang siswa berinisial FN.

Motif Pelaku Terkuak

Polisi mengungkap motif pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta. Pelaku merupakan salah satu siswa aktif di sekolah tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa pelaku merasa kesepian dan tidak memiliki tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya.

"Dorongannya di mana yang bersangkutan merasa sendiri, kemudian merasa tidak ada yang menjadi tempat untuk menyampaikan keluh kesahnya, baik itu di lingkungan keluarga kemudian di lingkungannya itu sendiri, maupun di lingkungan sekolah," ujar Iman, Senin (11/11/2025).

PPID Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana menambahkan bahwa pelaku juga menyimpan dendam atas perlakuan buruk yang dialaminya. "Yang bersangkutan juga memiliki motivasi dendam, dendam terhadap beberapa perlakuan-perlakuan kepada yang bersangkutan," ungkap Mayndra.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto mengungkapkan bahwa ada dua bom yang diledakkan di area masjid. "Di sana ada dua crater, artinya ada dua kawah ledak yang kami temukan di TKP. Berarti kemungkinan diduga memang ada dua bom yang diledakkan di dalam masjid," ujar Henik di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).

Gerak-Gerik Pelaku Terekam CCTV

Gerak-gerik pelaku sebelum meledakkan bom di SMAN 72 Jakarta terekam CCTV di sekolah tersebut. Dalam kasus ini, polisi menyita dan menganalisis dua DVR CCTV yang merekam kejadian pada Jumat (7/11/2025). Pada pukul 07.28 waktu CCTV atau 06.28 secara real time, pelaku terlihat memasuki gerbang sekolah mengenakan seragam serta menggendong tas ransel dan menenteng tas jinjing.

Tak berselang lama, pelaku berpapasan dengan seorang wanita yang diduga salah satu guru di SMAN 72. Keduanya terlihat berinteraksi. "Kemudian ditampak bagian dalam ada celana berwarna hitam yang tersembul atau terlihat dari luar lebih sedikit. Dan dia menuju ke arah tempat ibadah masjid," kata Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Roberto Pasaribu, Selasa (11/11/2025).

Pada pukul 11.44 WIB, pelaku terlihat memasuki masjid sambil membawa tas berwarna merah. Sekitar 20 menit kemudian, bom sudah meledak dan pelaku telah berganti pakaian. Pelaku juga terlihat menenteng senjata mainan. "Selanjutnya kembali di channel 30 lorong lantai satu timur dua, ABH setelah mengadakan kegiatan yang tadi itu berlari menjauhi masjid. Tampak pintu ruangan terbuka diduga akibat adanya ledakan dan selanjutnya langsung loncat," ungkap Roberto.

Rekaman CCTV lainnya menampilkan para siswa berhamburan keluar meninggalkan area masjid untuk menyelamatkan diri. Adapun polisi menemukan dua tempat kejadian perkara (TKP) ledakan di SMAN 72 Jakarta. TKP pertama yakni berada di dalam masjid. Di lokasi ini, tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya menemukan beberapa barang bukti berupa serpihan plastik, potongan tas, dan paku.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan