Hapsoro Lepas 709,82 Juta Saham BUVA Senilai Rp578 Miliar

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Hapsoro Lepas 709,82 Juta Saham BUVA Senilai Rp578 Miliar

Pengusaha Happy Hapsoro Melepas 709,82 Juta Saham BUVA

Pengusaha ternama Indonesia, Hapsoro Sukmonohadi atau lebih dikenal dengan nama Happy Hapsoro, telah menjual sebanyak 709,82 juta saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp578,50 miliar. Aksi ini dilakukan dalam satu kali transaksi pada 15 Oktober 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam suratnya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hapsoro menjelaskan bahwa aksi divestasi saham tersebut dilakukan dalam satu kali transaksi. Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk realisasi keuntungan dan penyelarasan portofolio. Setelah transaksi ini, kepemilikan Hapsoro atas BUVA turun menjadi 110,85 juta saham atau setara 0,54% dari sebelumnya 820,67 juta saham atau 3,99% hak suara.

Meskipun kepemilikannya menyusut, Hapsoro masih mempertahankan kendali atas BUVA melalui PT Nusantara Utama Investama. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per 30 September 2025, Nusantara Utama Investama tercatat sebagai pemegang saham mayoritas BUVA dengan porsi 67,02%, diikuti oleh kepemilikan publik sebesar 28,99%.

Selain aksi besar-besaran pada 15 Oktober, Hapsoro juga tercatat melakukan dua kali aksi jual saham BUVA pada periode 10–11 September 2025. Pada 10 September, Hapsoro melepas 150 juta lembar saham, dan sehari setelahnya menambah penjualan sebesar 333,33 juta lembar. Sebelum aksi tersebut, Hapsoro menggenggam 1,63 miliar saham atau setara 7,91% dari total saham BUVA. Setelah dua kali penjualan itu, kepemilikannya menyusut menjadi sekitar 1,15 miliar saham atau 5,56%.

Hapsoro menjual sahamnya pada 10 September seharga Rp200 per lembar—jauh di bawah harga pasar BUVA yang saat itu berada di kisaran Rp344–Rp354 per saham. Dari transaksi tersebut, ia mengantongi dana Rp30 miliar. Sehari berikutnya, Hapsoro kembali melepas saham di harga Rp300 per lembar dan meraih tambahan Rp100 miliar. Secara total, aksi penjualan periode 10–11 September menghasilkan dana sekitar Rp130 miliar.

Happy Hapsoro pertama kali menjadi pemegang saham BUVA setelah mengakuisisi perseroan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui PT Nusantara Utama Investama. Manajemen BUVA dalam keterbukaan informasi BEI menyebutkan, aksi private placement tersebut dilaksanakan pada 11 Juli 2023, dengan tanggal pencatatan saham baru di BEI pada hari yang sama. Jumlah saham baru yang diterbitkan mencapai 12,5 miliar lembar dengan harga pelaksanaan Rp60 per saham.

Nusantara Utama Investama menjadi kreditur baru BUVA setelah mengambil alih utang dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Bank milik Grup Djarum itu sebelumnya merupakan kreditur BUVA dan anak usahanya, PT Bukit Lagoi, sejak Desember 2011. Adapun 99,9% saham Nusantara Utama Investama dimiliki oleh Basis Utama Prima, sedangkan 0,01% sisanya dipegang oleh Bonny Harry. Basis Utama Prima dikendalikan langsung oleh Happy Hapsoro, sehingga menjadikannya pemilik manfaat atas Nusantara Utama Investama.

Di lantai bursa, saham BUVA ditutup menguat 7,86% atau naik 55 poin ke level Rp755 per lembar pada perdagangan Senin (20/10/2025). Dalam sebulan terakhir, saham emiten properti tersebut telah melonjak 55,99%, dan melesat 1.224,56% sejak awal tahun 2025.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan