Harbour Jual Blok Tuna dan Natuna Sea Block A ke Prime Group Rp3,5 Triliun

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Harbour Jual Blok Tuna dan Natuna Sea Block A ke Prime Group Rp3,5 Triliun


aiotrade, JAKARTA - Perusahaan energi Harbour Energy plc melakukan penjualan hak partisipasinya di dua proyek migas di Indonesia, yaitu Lapangan Natuna Sea Block A dan Blok Tuna, kepada Prime Group. Nilai transaksi yang terjadi adalah sebesar US$215 juta atau sekitar Rp3,57 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.635 per dolar AS).

Harbour Energy mengumumkan bahwa penjualan hak partisipasi pada Natuna Sea Block A akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2025, sedangkan untuk Blok Tuna akan berlaku setelah transaksi diselesaikan. Proses penyelesaian transaksi masih memerlukan persetujuan dari regulator dan direncanakan selesai pada kuartal II tahun 2026.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Steve Cox, Managing Director Unit Bisnis Indonesia Harbour, menyampaikan bahwa transaksi ini menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam menjalankan strategi untuk fokus pada peluang-peluang yang paling kompetitif dan bernilai tinggi.

"Transaksi ini juga menjadi momen penting bagi rekan-rekan kami di Indonesia. Melalui kerja keras dan dedikasi mereka selama bertahun-tahun, Natuna Block A dan Tuna telah berkembang menjadi aset berkualitas tinggi. Saya berharap yang terbaik bagi mereka saat memasuki babak baru di bawah kepemilikan Prime Group yang berpengalaman," ujar Cox melalui keterangan resmi.

Harbour Energy bertindak sebagai operator di kedua proyek tersebut dengan hak partisipasi sebesar 28,67% di Natuna Sea Block A yang sudah berproduksi, serta 50% di Blok Tuna yang masih dalam tahap pengembangan.

Natuna Sea Block A telah menghasilkan sekitar 4.000 barel setara minyak per hari (boepd) secara neto selama periode 9 bulan hingga 30 September 2025. Sementara itu, per akhir 2024, Blok Tuna diperkirakan memiliki sumber daya 2C sebesar 54 MMboe.

Setelah transaksi selesai, Harbour Energy tetap akan mempertahankan keberadaannya di Indonesia melalui kepentingannya pada penemuan-penemuan di Laut Andaman.

Di sisi lain, Prime Group juga memiliki bisnis hulu dan hilir minyak dan gas di Indonesia, termasuk kepemilikan 25% di Lapangan Natuna Sea Block B yang sudah berproduksi.

Sebelumnya, Harbour Energy Group tidak bisa melanjutkan penggarapan Blok Tuna. Hal ini terkait dengan sanksi yang diberikan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia. Diketahui, di Blok Tuna, Harbour melalui Premier Oil Tuna B.V. bermitra dengan ZN Asia Ltd, anak usaha BUMN Rusia Zarubezhneft, yang juga memegang hak partisipasi 50%.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan