Harga ayam hidup melonjak, laba Japfa Comfeed (JPFA) diprediksi meningkat tajam

admin.aiotrade 22 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Harga ayam hidup melonjak, laba Japfa Comfeed (JPFA) diprediksi meningkat tajam

Prospek Saham JPFA Masih Menarik

Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) masih menarik bagi para investor. Hal ini didorong oleh tren harga ayam hidup yang terus meningkat. Analis dari Maybank Sekuritas Indonesia, Paulina Margaret, dalam riset yang dirilis pada 19 Desember 2025 menyatakan bahwa ia mempertahankan rekomendasi beli saham JPFA dengan target harga baru sebesar Rp 3.200 per saham. Proyeksi ini naik sebesar 15% dibanding sebelumnya. Angka ini dihitung berdasarkan asumsi PER tahun 2026 sebesar 8,2 kali atau 0,2 standar deviasi dari rata-rata tiga tahun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada hari Senin (22/12/2025), harga saham JPFA turun sebesar 1,85% menjadi Rp 2.650 per saham. Namun, prospek positif JPFA tetap terlihat. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan harga ayam hidup setelah kuota Grand Parent Stock (GPS) tahun 2024 dikurangi serta permintaan tambahan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kenaikan Estimasi Laba Per Saham

Dengan adanya proyeksi harga ayam hidup yang lebih tinggi, JPFA meningkatkan estimasi laba per saham (EPS) untuk tahun 2025 hingga 2027 sebesar 4%–8%. Paulina menjelaskan bahwa JPFA tetap menjadi top pick sektor unggas, didukung oleh valuasi menarik sebesar 6,9x PER tahun 2026 yang lebih rendah dibanding CPIN yang mencapai 16,2x. Selain itu, potensi imbal hasil dividen dari JPFA juga lebih tinggi, yaitu sebesar 5,8% dibanding CPIN yang hanya 3,2%.

Namun, Paulina juga mengingatkan adanya risiko utama, seperti kenaikan biaya input yang lebih tinggi dari perkiraan dan harga ayam hidup yang lebih rendah dari ekspektasi.

Stabilitas Harga Ayam Hidup

Harga ayam hidup secara nasional stabil di level Rp 24.853 per kg per 15 Desember 2025. Stabilitas ini didukung oleh pengurangan kuota GPS tahun 2024 menjadi 530.000 ekor, turun sebesar 21% secara tahunan. Berdasarkan diskusi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), harga diperkirakan tetap di atas Rp 21.000/kg hingga akhir tahun. Hal ini disebabkan oleh kuota GPS yang lebih ketat dan dukungan permintaan dari MBG.

Untuk tahun 2025, kuota GPS dinaikkan menjadi 560.000 ekor untuk mengantisipasi permintaan MBG yang lebih tinggi. Sehingga, proyeksi penjualan bersih tahun 2025 hingga 2027 dinaikkan sebesar 2%–4%.

Pertumbuhan Program MBG

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini beroperasi sebanyak 17.500 unit. Diperkirakan, jumlah ini akan meningkatkan permintaan unggas sebesar 18% secara tahunan pada 2026. Ketika 35.000 SPPG terealisasi penuh, pertumbuhan permintaan bisa mencapai sekitar 36%. Pertumbuhan jumlah SPPG menunjukkan implementasi MBG secara nasional berjalan cepat.

Alokasi anggaran negara tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun untuk MBG menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat, menjadikan program ini sebagai katalis penting bagi sektor unggas.

Fokus pada Produk Konsumen

Inisiatif produk konsumen JPFA ikut memperkuat kualitas laba yang diperoleh perusahaan. Paulina menyatakan bahwa JPFA meningkatkan fokus pada produk konsumen melalui penetrasi produk yang lebih dalam, jangkauan distribusi yang lebih luas, serta eksekusi branding dan go-to-market yang lebih ketat.

Produk konsumen diperkirakan menyumbang sekitar 17% dari penjualan tahun 2026 dan terus tumbuh di atas 20% secara tahunan. Segmen ini membantu margin JPFA lebih stabil dan arus kas yang lebih konsisten, sekaligus memperkuat posisi kompetitif di kategori nilai tambah hilir.

Proyeksi Pendapatan dan Laba Bersih

Hingga akhir tahun 2025, pendapatan dan laba bersih masing-masing akan mencapai Rp 65,33 triliun dan Rp 3,63 triliun. Di tahun 2026, pendapatan Japfa akan mencapai Rp 79,81 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 4,69 triliun. Proyeksi ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospek bisnis yang optimis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan