Harga bahan pokok tinggi, ekonomi warga Tapteng lesu pasca banjir dan longsor

admin.aiotrade 10 Des 2025 4 menit 18x dilihat
Harga bahan pokok tinggi, ekonomi warga Tapteng lesu pasca banjir dan longsor
Harga bahan pokok tinggi, ekonomi warga Tapteng lesu pasca banjir dan longsor

Kondisi Pasar Pasca Bencana di Tapanuli Tengah

Setelah bencana banjir dan longsor yang menimpa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), warga mulai menghadapi berbagai tantangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mulai dari krisis air bersih, masalah ekonomi, hingga keterbatasan pasokan gas dan listrik di beberapa daerah. Harga bahan pokok dan sembako juga terlihat meningkat, meski tidak secara drastis.

Pantauan terbaru menunjukkan bahwa pasar-pasar tradisional di Kota Pandan dan Sibolga sudah mulai aktif berjualan. Salah satunya adalah Pasar Kalangan Pandan, yang terletak di Jalan Lintas Padangsidimpuan-Sibolga. Pemilik kios di pasar ini telah kembali membuka usaha mereka, meskipun masih ada beberapa kios yang belum beroperasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Namun, kondisi pasar saat ini cukup sepi. Sebelum bencana, Pasar Kalangan selalu ramai dikunjungi oleh warga dari Kecamatan Pandan dan Tukka. Hal ini disebabkan lokasinya yang dekat dengan dua kecamatan tersebut. Namun, kini jumlah pembeli jauh lebih sedikit dibanding biasanya.

Selain itu, variasi barang dagangan juga berbeda dari sebelumnya. Saat ini, tidak ada penjual ikan laut atau ikan sungai. Mereka hanya menjual ikan teri dan ikan asin. Begitu pula dengan daging sapi, yang biasanya tersedia di pasar ini, kini tidak ada sama sekali. Hal ini membuat pasar ini kurang lengkap dibanding sebelumnya.

Perubahan Pola Pembelian Warga

Salah satu pedagang bumbu giling dan bahan makanan, Idar (43 tahun), mengatakan bahwa warga lebih memilih membeli bumbu giling daripada cabai. Menurutnya, hal ini disebabkan karena listrik masih belum sepenuhnya stabil di Tapteng pasca bencana.

"Karena listrik masih mati hidup, mereka tetap bisa masak sambal tanpa blender," ujarnya kepada Tribun Medan.

Menurut Idar, meskipun harga sembako naik, tingkat kenaikan tidak terlalu drastis seperti pada hari pertama bencana. Namun, banyak warga yang membeli bumbu giling sebagai alternatif. Pembeli tetap ramai, namun jumlah belanjaannya lebih sedikit dibanding sebelumnya.

"Sebelumnya, ketika bencana terjadi, banyak orang membeli dalam jumlah besar untuk stok. Sekarang, pembeli tetap ada, tapi mereka beli sedikit-sedikit. Tidak seperti biasanya," jelas Idar.

Harga Bawang Merah dan Cabai yang Naik

Saat ini, bawang merah menjadi salah satu bahan pokok yang sulit ditemukan dan harganya meningkat. Idar menyebutkan bahwa harga bawang merah saat ini mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Meskipun naik, kenaikan tidak terlalu drastis. Ia mengatakan bahwa langkanya bawang merah disebabkan akses jalan Tarutung-Sibolga yang masih terputus serta faktor cuaca.

Sementara itu, harga cabai juga masih tinggi, meskipun tidak sebesar beberapa waktu lalu. Sebelumnya, harga cabai sempat mencapai Rp 300 ribu per kg. Namun, setelah tiga hari bencana, harga turun menjadi Rp 180 ribu, kemudian Rp 100 ribu, dan saat ini menjadi Rp 65 ribu per kg.

Idar juga menyebutkan bahwa tomat memiliki harga yang stabil, sementara bawang putih naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Keterbatasan Pasokan Sayuran

Sayuran menjadi salah satu komoditas yang sangat langka. Biasanya, sayuran diambil dari Kecamatan Lopian dan Tukka, namun kini lahan pertanian di daerah tersebut hancur akibat bencana. Oleh karena itu, pedagang kini mengambil sayuran dari Sorkam, namun hanya tersedia sayur singkong dan kangkung dengan harga Rp 5.000 per ikat, padahal sebelumnya hanya Rp 2.000 per ikat.

Pedagang Daging Ayam Mengeluh

Hal senada disampaikan oleh pedagang daging ayam. Menurutnya, tidak ada kelangkaan daging ayam, tetapi harga naik. "Harga ayam sekarang Rp 40 ribu per kilogram, naik dari biasanya Rp 30-35 ribu," ujar penjual ayam.

Meski harga naik, pembeli tetap ramai, namun jumlah belanjaan mereka lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Upaya Pemerintah Daerah

Rauda Hutagalung, warga Pandan, mengungkapkan bahwa ia tidak bisa membeli dalam jumlah besar karena suaminya belum bisa bekerja seperti biasanya. "Kami beli secukupnya saja. Karena harus pandai mengatur keuangan," katanya.

Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton, mengatakan akan melakukan sidak ke sejumlah pasar pasca bencana. Tujuan dari sidak ini adalah memastikan harga bahan pokok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Selain itu, pemerintah juga berupaya mempercepat perbaikan infrastruktur jalan agar pasokan bahan sembako dapat masuk lebih cepat ke Tapteng.



Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan