Harga bawang merah dan putih melonjak di Pasar Youtefa menjelang Natal

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 17x dilihat
Harga bawang merah dan putih melonjak di Pasar Youtefa menjelang Natal

Kenaikan Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Kota Jayapura

Harga bawang merah dan bawang putih di Kota Jayapura mengalami lonjakan tajam menjelang perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Kenaikan harga tersebut terpantau di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, pada pertengahan Desember 2025. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat maupun pedagang di tengah situasi ekonomi yang masih belum sepenuhnya stabil.

Pantauan menunjukkan bahwa harga bawang merah di Pasar Youtefa dijual dengan kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih dibanderol antara Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga bawang merah masih berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, sedangkan bawang putih sekitar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Tak hanya bawang, harga tomat juga mengalami kenaikan signifikan. Jika sebelumnya tomat dijual Rp10.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp30.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Youtefa yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kenaikan harga ini dipicu oleh keterlambatan distribusi barang dari luar daerah, terutama menjelang momen Natal. Ia menyampaikan bahwa bulan lalu sempat turun, tapi sekarang sudah naik sekali lagi. Semua harga ikut naik, apalagi sekarang jelang Natal.

Bawang merah dan bawang putih yang dijual di Pasar Youtefa umumnya didatangkan dari Surabaya. Kelancaran pengiriman dari daerah tersebut sangat berpengaruh terhadap kestabilan harga di Jayapura dan wilayah Papua pada umumnya. Jika kapal dari Surabaya jalan lancar, mereka di sini aman. Tapi kalau pengiriman tersendat, harga langsung naik karena stok cepat habis.

Pedagang bawang putih di pasar yang sama juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, sejak Oktober hingga awal November 2025, harga bawang putih masih relatif stabil di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram. Tapi sekarang jelang Natal 2025 sudah naik jadi Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

Sementara itu, Ahar, pedagang asal Makassar yang menjual cabai dan tomat di Pasar Youtefa, mengungkapkan bahwa pasokan sayur-mayur mereka berasal dari Arso, Kabupaten Keerom. Ia menjelaskan bahwa mereka ambil dari Arso. Kalau di sana harga naik, di sini otomatis ikut naik. Apalagi bahan bakar sekarang juga mahal, jadi biaya angkut bertambah.

Ia juga mengeluhkan ketatnya persaingan antar pedagang di Pasar Youtefa, terutama untuk komoditas yang sama. Sekarang persaingan luar biasa. Banyak pedagang baru yang masuk, jadi pembeli terbagi-bagi. Mereka harus sabar dan kerja lebih keras untuk dapat pembeli.

Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat membantu menjaga kelancaran distribusi bahan pokok dari Surabaya maupun wilayah pemasok lainnya. Menurut mereka, stabilitas harga tidak hanya ditentukan oleh pasar, tetapi juga oleh sistem logistik yang berjalan baik.

Mereka berharap kapal jangan terlambat dan pemerintah bisa bantu jaga jalur distribusi tetap lancar. Kalau itu dijaga, harga di Papua bisa lebih stabil dan masyarakat tidak kesulitan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan