
Kenaikan Harga BBM di SPBU Swasta Mulai 1 Oktober 2025
Beberapa SPBU swasta masih mengalami keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang disebabkan oleh sejumlah badan usaha pengelola yang belum menyerap BBM berupa base fuel dari PT Pertamina (persero). Hal ini menyebabkan kelangkaan BBM di beberapa titik, meskipun sebagian besar SPBU telah menetapkan kenaikan harga yang berlaku mulai 1 Oktober 2025.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa BBM impor yang bisa diserap oleh SPBU swasta akan tiba di Indonesia pada Kamis (2/9) mendatang. Ia juga menyampaikan bahwa untuk kebutuhan badan usaha lainnya, ada kargo kedua yang akan tiba tanggal 2 Oktober. Meski demikian, hingga saat ini, SPBU swasta masih belum menyerap stok base fuel dari Pertamina dan belum menjual BBM secara penuh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kenaikan harga BBM ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia. Informasi dalam laman resmi SPBU BP menyebutkan bahwa harga bahan bakar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perubahan harga minyak mentah global.
Daftar Harga BBM di SPBU BP, Shell, dan Vivo
Harga BBM di SPBU BP mengalami kenaikan. Contohnya, BBM jenis BP Ultimate naik sebesar Rp 300 per liter, dari Rp 13.120 menjadi Rp 13.420 per liter. Sementara itu, BBM jenis BP Ultimate Diesel mengalami kenaikan Rp 130 per liter, dari Rp 14.140 menjadi Rp 14.270 per liter.
Di SPBU Shell, harga BBM juga meningkat. Untuk BBM jenis Shell Super, harga naik menjadi Rp 12.890 per liter dari sebelumnya Rp 12.580 per liter. BBM Shell V-Power mengalami kenaikan menjadi Rp 13.420 per liter dari sebelumnya Rp 13.140 per liter. Selain itu, Shell V-Power Diesel naik menjadi Rp 14.270 per liter dari sebelumnya Rp 14.130 per liter, sedangkan Shell V-Power Nitro+ naik menjadi Rp 13.590 per liter dari sebelumnya Rp 13.300 per liter.
SPBU Vivo juga turut mengikuti kenaikan harga BBM. BBM jenis Revvo 90 dijual dengan harga Rp 12.810 per liter dari sebelumnya Rp 12.530 per liter. BBM Revvo 92 naik menjadi Rp 12.890 per liter dari sebelumnya Rp 12.610 per liter. BBM Revvo 95 naik menjadi Rp 13.420 per liter, dan Diesel Primus Plus naik sebesar Rp 14.270 per liter.
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Swasta
Berikut adalah daftar lengkap harga BBM di SPBU BP, Shell, dan Vivo per 1 Oktober 2025:
SPBU Vivo - Revvo 90: Rp 12.810 per liter - Revvo 92: Rp 12.890 per liter - Revvo 95: Rp 13.420 per liter - Diesel Primus Plus: Rp 14.270 per liter
SPBU Shell - Shell Super: Rp 12.890 per liter - Shell V-Power: Rp 13.420 per liter - Shell V-Power Diesel: Rp 14.270 per liter - Shell V-Power Nitro+: Rp 13.590 per liter
SPBU BP - BP Ultimate: Rp 13.420 per liter - BP 92: Rp 12.890 per liter - BP Ultimate Diesel: Rp 14.270 per liter
Kenaikan harga BBM ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama para pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan BBM sebagai sumber energi utama. Dengan adanya kenaikan tersebut, diharapkan pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih efektif dalam memastikan ketersediaan BBM yang cukup dan stabil.