
Shell Indonesia, yang mengelola jaringan SPBU Shell, mengumumkan bahwa salah satu produk BBM mereka, yaitu Shell Super, kembali tersedia. Sebelumnya, BBM ini mengalami kelangkaan stok sejak Agustus 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Shell Super tersedia kembali secara bertahap di sejumlah SPBU Shell di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, mulai 7 Desember 2025,” ujar President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian dalam keterangan tertulis, Senin (8/12).
Meskipun demikian, untuk produk BBM Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia di SPBU mereka.
Berikut daftar harga BBM SPBU Shell per 1 Desember 2025:
- Shell Super: Rp13.000 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp12.680 per liter
- Shell V-Power: Rp13.630 per liter, naik periode sebelumnya Rp13.260 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp15.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp14.410 per liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp13.890 per liter, naik dari periode sebelumnya Rp13.480 per liter
Ketersediaan BBM Shell Super terjadi setelah adanya kesepakatan antara Shell Indonesia dengan pihak lain terkait pengadaan impor 100 ribu barel (MB) base fuel melalui impor yang dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga.
Beberapa SPBU swasta telah sepakat untuk membeli bahan bakar dasar dari Pertamina. Shell menjadi pengelola SPBU swasta ketiga yang menyetujui pemasokan dari Pertamina. Sebelumnya, BP-AKR juga telah menandatangani kesepakatan serupa pada akhir Oktober dan Vivo pada November 2025.
Base fuel adalah bahan bakar dasar yang belum dicampur dengan zat tambahan (aditif) dan pewarna. SPBU swasta melakukan proses pengolahan sesuai spesifikasi dan racikan masing-masing perusahaan sebelum akhirnya dijual kepada masyarakat.
“Untuk Shell Indonesia, penyaluran kali ini sebesar 100 MB sehingga total suplai kepada seluruh SPBU Swasta (BP-AKR, Vivo, dan Shell Indonesia) mencapai 430 MB, menunjukkan kapasitas suplai kami yang kuat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan energi nasional,” ujar Roberth dalam siaran pers, Jumat (5/12).
Secara rinci, jumlah impor tersebut terdiri atas:
- 100 MB untuk BP-AKR tahap pertama
- 100 MB untuk Vivo Energy
- 130 MB untuk BP-AKR tahap kedua
- 100 MB untuk Shell Indonesia
Dengan adanya kesepakatan ini, Shell Indonesia berkomitmen untuk terus memastikan ketersediaan BBM yang cukup dan stabil bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan serta kepercayaan pelanggan. Dengan kembalinya Shell Super ke pasaran, diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi pengguna kendaraan yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi.