Kenaikan harga bahan bakar terus memengaruhi kebiasaan belanja masyarakat, khususnya di sektor kebutuhan pokok. Data terbaru dari Snipp, perusahaan teknologi loyalitas dan promosi, menunjukkan bahwa 66,4% konsumen telah mengubah pola pengeluaran mereka akibat kenaikan harga bensin. Survei bulan Maret terhadap 1.000 orang dewasa di AS menunjukkan perubahan yang signifikan dalam cara berbelanja.
Harga rata-rata bensin regular di New York mencapai $4,069 per galon pada 6 April, menurut AAA. Kenaikan ini memicu reaksi dari masyarakat, terutama dalam hal pengeluaran untuk kebutuhan pangan.
Penghematan dilakukan pada barang-barang non-esensial. Berikut beberapa contohnya:
- 51,7% menghabiskan lebih sedikit uang untuk camilan dan minuman.
- 38,1% mengurangi pengeluaran untuk alkohol.
- 34,9% mengurangi pembelian daging segar dan seafood.
- 32,9% mengurangi pengeluaran untuk makanan siap saji atau deli.
Bahkan dua kebutuhan pokok utama juga mengalami pengurangan: buah dan sayur (20,1%) serta produk susu (18,7%).
Tindakan lain yang dilakukan oleh konsumen untuk menghemat uang:
- 40% beralih ke merek toko yang lebih murah.
- Hampir 29% membeli dalam jumlah besar, sehingga mengurangi frekuensi pergi ke toko dan menghemat biaya bensin.
- 13% beralih ke toko grosir dengan harga lebih rendah.
- 13,1% melakukan pembelian secara online, sehingga menghindari biaya bensin sepenuhnya.
Namun, hanya 5,9% yang mengambil dana tabungan atau menggunakan kartu kredit untuk menjaga pengeluaran tetap stabil.
Apa yang akan dilakukan jika harga bensin tetap tinggi?
Menurut data dari Economic Research Service Departemen Pertanian AS, harga bahan makanan naik 0,5% dari Januari 2026 hingga Februari 2026, dan meningkat 2,4% dibandingkan Februari 2025. Kenaikan harga bensin biasanya berdampak pada kenaikan harga bahan makanan.
Beberapa tindakan yang akan dilakukan oleh konsumen jika harga bensin tetap tinggi:
- 52% mengatakan akan mengurangi berkendara dan menggabungkan perjalanan.
- 44% akan menunda pembelian besar.
- 43,7% akan mencari lebih banyak diskon dan promo.
- 28% akan beralih ke merek toko yang lebih murah.
Perbedaan harga bahan makanan antar toko bisa sangat besar. Menurut analisis Consumer Reports, perbedaan harga bisa mencapai lebih dari 33% antara toko termurah dan termahal. Penelitian ini menggunakan Walmart sebagai dasar perbandingan.
Rantai toko termurah
Toko grosir menjadi opsi paling terjangkau. Costco adalah yang paling murah, dengan harga sekitar 21,4% lebih rendah daripada Walmart. BJ's Wholesale Club menyusul dengan penurunan harga sebesar 21%. Lidl dan Aldi juga termasuk dalam daftar toko dengan harga terendah, masing-masing 8,5% dan 8,3% lebih murah.
Toko grosir yang lebih mahal
Di sisi lain, Whole Foods Market menjadi toko termahal, dengan harga hampir 40% lebih tinggi daripada Walmart. Toko seperti Trader Joe’s dan Publix juga memiliki harga yang lebih tinggi.
Bagaimana peringkat ditentukan?
Consumer Reports mempercayakan penelitian ini kepada Strategic Resource Group, yang membandingkan keranjang belanja item umum di berbagai toko. Harga dikumpulkan di enam area metropolitan AS, termasuk Boston, Chicago, dan Los Angeles, pada akhir musim panas 2025.