
aiotrade.app, JAKARTA - Harga mata uang kripto Bitcoin mencatat rekor tertinggi (all time high) pada Minggu (5/10/2025) dengan kenaikan sebesar 2,7% menjadi US$125.245,57 pada pukul 05.12 GMT. Rekor ini terjadi setelah sebelumnya Bitcoin berada pada level US$124.480 pada pertengahan Agustus tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mendukung kripto dan permintaan kuat dari investor institusional.
Bitcoin terlihat menguat dalam delapan sesi berturut-turut pada Jumat pekan lalu. Penguatan ini dipengaruhi oleh kenaikan pasar ekuitas AS serta aliran dana ke bitcoin exchange-traded funds (ETF). Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin dianggap sebagai aset yang layak untuk diversifikasi portofolio.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di sisi lain, dolar AS mengalami pelemahan pada akhir pekan lalu. Nilai tukar dolar terhadap mata uang utama lainnya mengalami koreksi berminggu-minggu. Pelemahan ini disebabkan oleh ketidakpastian akibat shutdown atau penutupan operasional pemerintah AS. Situasi ini menyebabkan pengunduran rilis data ekonomi penting seperti data gaji tenaga kerja, yang biasanya digunakan untuk memproyeksikan arah ekonomi.
Sebelumnya, saham terkait kripto juga ikut mengalami reli. Contohnya, Coinbase Global Inc. naik sebesar 7,8%, Strategy Inc. (perusahaan treasury Bitcoin) menguat 3,5%, serta penambang kripto MARA Holdings Inc. yang naik 2,1%. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang dalam tren positif.
Mata uang kripto pertama di dunia ini sering disebut sebagai “emas digital” oleh para pendukungnya. Mereka menilai perannya mirip dengan logam mulia pada masa gejolak pasar. Harga emas sempat terkoreksi dari rekor tertingginya pada perdagangan Kamis (2/10/2025).
Menurut Karim Dandashy, trader OTC di Flowdesk, tema makro tampak berpengaruh terhadap Bitcoin. Ia menyebutkan bahwa terjadi arus masuk ETF senilai US$1,5 miliar sepanjang pekan ini. Bitcoin juga terlihat mencoba mengejar reli besar emas dalam beberapa pekan terakhir.
David Lawant, Head of Research di FalconX, menjelaskan bahwa struktur pasar Bitcoin sudah lama menunggu momentum “breakout.” Menurutnya, order book spot menunjukkan tekanan jual yang terus bertahan selama berbulan-bulan tanpa penurunan harga signifikan. Hal ini menandakan adanya penyerapan lebih kuat daripada apatisme.
“Itulah dinamika pegas terkompresi. Ketika tekanan pasokan di atas mulai menipis, reli bisa muncul tajam dan beruntun. Situasi inilah yang mungkin terjadi di pasar saat ini,” lanjut Lawant.
Sentimen positif juga diperkuat oleh kinerja historis Bitcoin pada Oktober yang dikenal dengan istilah “Uptober.” Token ini mencatat kenaikan dalam sembilan dari sepuluh Oktober terakhir. Tren ini memberikan harapan bahwa Bitcoin akan terus mengalami penguatan di bulan-bulan mendatang.