Harga Bitcoin Terus Turun, Analis: Bisa Jadi Tambah Melemah ke US$93.000

admin.aiotrade 13 Nov 2025 2 menit 13x dilihat
Harga Bitcoin Terus Turun, Analis: Bisa Jadi Tambah Melemah ke US$93.000


Harga Bitcoin Mengalami Penurunan, Ini Analisis dari Pakar

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tren penurunan pada hari Kamis (13/11/2025). Berdasarkan data yang diambil dari Coinmarketcap pukul 20.38 WIB, harga koin utama ini berada di level US$102.202 per koin. Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin turun sebesar 2,66%. Secara mingguan, aset kripto terbesar ini mengalami pelemahan sekitar 0,91%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Melvin Mumpuni, CEO dan Founder Finansialku, penurunan ini merupakan bagian dari fase koreksi wajar setelah reli panjang dalam beberapa waktu terakhir. Ia menjelaskan bahwa secara teknikal, Bitcoin saat ini sedang berada dalam tren turun dengan area support di sekitar US$98.700. Masih ada potensi penurunan lebih lanjut ke level US$93.000 hingga US$97.000.

Salah satu faktor yang memperparah penurunan harga adalah meningkatnya tekanan jual akibat likuidasi besar pada kontrak berjangka (futures). Hal ini memicu aksi jual lanjutan di pasar kripto. Selain itu, aliran keluar dana dari ETF Bitcoin dan kekhawatiran terhadap arah regulasi kripto juga turut memengaruhi momentum penguatan harga.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil membuat aset berisiko seperti kripto cenderung bergerak stagnan. Menurut Melvin, saat kondisi makroekonomi normal dan likuiditas global ketat, minat terhadap aset spekulatif seperti kripto biasanya menurun.

Namun, Meskipun situasi saat ini agak negatif, Melvin tetap melihat adanya faktor positif yang bisa menopang harga Bitcoin ke depan. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Potensi pelonggaran kebijakan moneter: Jika bank sentral seperti The Fed menurunkan suku bunga atau inflasi global melandai, aset berisiko seperti Bitcoin bisa kembali diminati.
  • Meningkatnya adopsi institusional: Semakin banyak lembaga keuangan yang mulai mengadopsi Bitcoin sebagai investasi.
  • Persepsi sebagai aset lindung nilai: Bitcoin dipandang sebagai aset yang dapat melindungi investor dari inflasi dan ketegangan geopolitik.

Melvin memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, harga Bitcoin akan bergerak terbatas di kisaran US$99.000 hingga US$105.000 hingga akhir tahun. Namun, jika tekanan jual terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan harga kembali menguji level bawah di US$93.000 hingga US$97.000.

Ia menambahkan bahwa Bitcoin saat ini sedang berada di fase konsolidasi. Meski bull market belum berakhir, investor disarankan untuk bersikap hati-hati dan menunggu momentum baru sebelum melakukan investasi besar.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan