
Kenaikan Harga Komoditas Pangan di Pasar Subuh Ciamis Jelang Nataru
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Subuh Ciamis, Jawa Barat, terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan ini terjadi hampir di seluruh lapak pedagang, terutama pada komoditas seperti cabai, bawang, telur ayam, hingga daging ayam pedaging.
Pantauan di Pasar Subuh Ciamis, Rabu (17/12/2025), menunjukkan aktivitas jual beli yang tetap ramai sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB. Lalu lalang konsumen juga nampak terlihat, ada pelanggan yang sedang menanyakan harga, menawar dengan harga yang diinginkan, hingga konsumen yang tak jadi membeli karena harga naik tajam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kenaikan harga tersebut membuat sebagian pembeli lebih selektif dalam berbelanja dan mengurangi jumlah kebutuhan yang dibeli. Sejumlah pedagang menyebut lonjakan harga mulai terasa sejak beberapa hari terakhir dan cenderung meningkat mendekati puncak libur akhir tahun.
Faktor utama kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan masyarakat jelang Nataru, ditambah terbatasnya pasokan dari petani akibat cuaca yang tidak menentu. Berikut rincian kenaikan sejumlah komoditas pangan:
- Cabai rawit domba mengalami kenaikan cukup tajam, dari sebelumnya Rp80 ribu per kilogram menjadi Rp120 ribu per kilogram.
- Cabai merah keriting naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.
- Cabai rawit hijau juga ikut terkerek, dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram.
- Bawang merah melonjak dari Rp32 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram.
- Telur ayam ras yang sebelumnya dijual di kisaran Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp32 ribu per kilogram.
- Daging ayam pedaging dari harga Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini menembus Rp44 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur, Hesti, mengatakan kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas cabai. Menurutnya, pasokan dari petani berkurang akibat curah hujan tinggi, sementara permintaan dari konsumen justru meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Cabai sekarang susah, barangnya sedikit. Begitu ada, harganya langsung naik. Pembeli juga banyak yang kaget,” ujar Hesti saat ditemui di lapaknya.
Tidak hanya berdampak pada konsumen, kenaikan harga juga dirasakan oleh pedagang daging ayam pedaging. Itar Muhtar, salah seorang pedagang ayam di Pasar Subuh Ciamis, mengungkapkan kenaikan harga justru membuat penjualan menurun. Ia menyebut omzet pedagang ayam turun sekitar 20 persen dibanding hari-hari normal.
Banyak pembeli memilih mengurangi jumlah pembelian atau beralih ke komoditas lain yang lebih terjangkau.
“Biasanya satu ekor, sekarang setengah saja. Ada juga yang batal beli karena harga naik,” kata Itar yang memakai peci dan baju biru dengan celemek biru sambil memotong daging ayam pesanan pelanggannya.
Menurut para pedagang, kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga mendekati puncak libur Nataru. Fluktuasi harga pun dinilai sulit dihindari jika pasokan belum kembali normal.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk mengatur pengeluaran dengan bijak dan menyesuaikan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau pergerakan harga serta menjaga ketersediaan stok bahan pangan agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat menjelang akhir tahun.