
Pemantauan Harga Bahan Pokok di Bandung Jelang Natal dan Tahun Baru
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny A. Nurudin, menyampaikan bahwa sejumlah harga bahan makanan pokok mengalami kenaikan menjelang libur Hari Natal dan Tahun Baru. Salah satu contohnya adalah harga cabai domba yang sempat mencapai Rp 100 ribu per kilogram akibat pengaruh faktor cuaca.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, kenaikan harga bahan pokok lainnya diklaim masih dalam batas wajar. “Komoditas lain masih dalam batas wajar. Telur ayam di kisaran Rp 30.000–Rp 32.000 per kilogram, daging ayam sekitar Rp 40.000–Rp 42.000 per kilogram, dan beras masih normal,” ujar Ronny dalam siaran pers pemerintah Kota Bandung pada Selasa, 16 Desember 2025.
Ronny juga menyebutkan bahwa pengaruh kebutuhan bahan pokok dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdampak pada kenaikan harga bahan makanan pokok. Namun, ia menegaskan bahwa pasokan untuk pasar dan kebutuhan MBG masih cukup. “Selama stok aman dan distribusi lancar, Insyaallah tidak akan terlalu mempengaruhi harga. Yang paling berpotensi fluktuatif memang cabai.”
Kondisi Pasar Kosambi Dinilai Stabil
Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan pemantauan terkait perkembangan harga bahan makanan pokok dengan mengunjungi Pasar Kosambi. Hasil pantauannya menunjukkan bahwa harga dan ketersediaan kebutuhan pokok untuk Kota Bandung masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Di Pasar Kosambi, harga rata-rata masih dalam batas wajar. “Sejauh ini saya melihat harga beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih baik. Suplai minyak goreng juga sangat bagus. Alhamdulillah,” ucap Farhan dalam siaran pers pada Selasa, 16 Desember 2025.
Farhan menambahkan bahwa beberapa komoditas bahan pokok mengalami kenaikan karena peningkatan permintaan, tetapi pasokan masih mencukupi. “Artinya ada peningkatan volume suplai yang cukup baik. Hampir semua harga memang naik sedikit, tapi masih dalam jangkauan yang bisa diperkirakan.”
Potensi Lonjakan Harga Akibat Cuaca Ekstrem
Lebih lanjut, Farhan mengakui adanya kekhawatiran terjadi lonjakan harga karena pengaruh kondisi cuaca ekstrem. “Sayuran sangat bergantung pada cuaca. Mudah-mudahan stok tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Bandung Ashville Nusa Pananta menyatakan bahwa stok beras di Kota Bandung masih relatif aman. Bulog Bandung saat ini memiliki cadangan sekitar 21 ribu ton beras yang diklaim cukup untuk kebutuhan 6 bulan ke depan. “Untuk minyak goreng stoknya juga cukup banyak. Namun sebagian dialokasikan untuk bantuan sosial hingga akhir tahun,” ujarnya.
Penjelasan dari BPS Kota Bandung
Adapun Kepala BPS Kota Bandung Samiran menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan makanan pokok yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Berdasarkan pemantauan dari Relatif Harga (RH), kata dia, harga cabai telah naik sekitar 10 persen dibandingkan harga normal. “Cabai memang paling fluktuatif. Kalau harganya di atas indeks tertentu, langsung kami pantau karena rawan kenaikan,” kata dia dalam siaran pers.