Harga Cabai Rawit di Bandung Capai Rp100 Ribu per Kg, Wali Kota Jamin Stok Pokok Aman

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 24x dilihat
Harga Cabai Rawit di Bandung Capai Rp100 Ribu per Kg, Wali Kota Jamin Stok Pokok Aman
Harga Cabai Rawit di Bandung Capai Rp100 Ribu per Kg, Wali Kota Jamin Stok Pokok Aman

Kenaikan Harga Cabai di Kota Bandung

Harga cabai, khususnya cabai rawit domba, mengalami kenaikan signifikan di Kota Bandung hingga mencapai Rp 100.000 per kilogram. Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung menyatakan bahwa kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa sejauh ini harga beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam masih stabil. Ia juga menyebut bahwa suplai minyak goreng sangat baik. Hal ini disampaikannya saat melakukan monitoring di Pasar Kosambi pada Selasa 16 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Farhan mengakui bahwa ada kenaikan harga pada beberapa komoditas yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Hampir semua harga memang naik sedikit, tapi masih dalam jangkauan yang bisa diperkirakan," ujarnya.

Ia berharap kondisi cuaca ekstrem telah berlalu, sehingga tidak mengganggu pasokan komoditas pangan, terutama sayuran seperti cabai dan bawang merah. "Sayuran sangat bergantung pada cuaca, mudah-mudahan stok tetap terjaga," tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai, khususnya cabai rawit domba yang mencapai Rp 100.000 per kilogram, sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca yang membuat pasokan menjadi berkurang.

Namun, dia memastikan bahwa harga komoditas pangan lainnya masih terbilang wajar. "Telur ayam di kisaran Rp 30.000 - Rp 32.000 per kilogram, daging ayam sekitar Rp 40.000-Rp 42.000 per kilogram, beras masih normal," katanya.

Menurut dia, saat ini pasokan untuk pasar tetap aman karena stok di distributor masih cukup. "Selama stok aman dan distribusi lancar, insyaallah tidak akan terlalu mempengaruhi harga. Yang paling berpotensi fluktuatif memang cabai," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bulog Cabang Bandung, Ashville Nusa Pananta memastikan bahwa stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman hingga beberapa waktu ke depan. Menurut dia, kebutuhan pangan bagi masyarakat masih dalam kendali pemerintah.

"Untuk beras, stok relatif cukup, total ada sekitar 21.000 ton dan estimasinya masih aman hingga enam bulan ke depan. Untuk minyak goreng, saat ini jumlahnya juga cukup banyak, meskipun sebagian dialokasikan untuk bantuan sosial hingga akhir tahun," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung Samiran menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan yang paling signifikan terjadi pada komoditas cabai. Pemantauan dari Relatif Harga (RH) cabai, kata dia, terjadi kenaikan sekitar 10% dibandingkan harga normal.

"Cabai memang paling fluktuatif. Kalau harganya di atas indeks tertentu, langsung kami pantau karena rentan kenaikan," ujar Samiran.

Penyebab Kenaikan Harga Cabai

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga cabai antara lain:

  • Cuaca ekstrem yang mengganggu produksi dan pasokan cabai
  • Permintaan tinggi menjelang libur Natal dan Tahun Baru
  • Fluktuasi harga yang sering terjadi pada komoditas cabai

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Kenaikan Harga

Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pemantauan dan pengendalian harga untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Monitoring rutin di pasar-pasar untuk memastikan harga tetap terkendali
  • Koordinasi dengan distributor untuk memastikan pasokan cukup
  • Peningkatan stok beras dan minyak goreng untuk menghadapi musim liburan

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan kondisi harga dan ketersediaan kebutuhan pokok dapat tetap terjaga, terutama di tengah situasi yang dinamis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan