
Harga Bahan Pangan di Kota Bandung Mengalami Fluktuasi
Meski bersifak fluktuatif, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bandung turut terpengaruh oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa jenis bahan pangan biasa digunakan dalam program tersebut, sehingga memengaruhi ketersediaannya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar menyatakan bahwa secara umum harga bahan pangan di awal November ini relatif stabil. Ia menambahkan bahwa harga beras yang sempat mengalami kenaikan saat ini sudah mulai turun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Harga beras sudah mulai stabil. Hal ini karena adanya berbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat, seperti pada program bantuan pangan, kemudian juga karena di beberapa daerah sudah mulai masuk masa panen," ujarnya, Jumat 7 November 2025.
Demikian pula, kata dia, dengan harga cabai merah besar dan cabai rawit merah, yang pada pekan lalu harganya melonjak sekarang sudah kembali turun. Menurut dia, kenaikan harga cabai pada pekan lalu turut dipicu oleh faktor cuaca.
"Hari ini harga cabai merah besar berada di kisaran Rp 60.000, turun dari minggu lalu yang mencapai Rp 69.000 per kilogram. Sementara cabai rawit merah sekarang di kisaran Rp 37.000, juga turun dari Rp 42.000 per kilogram pada minggu lalu," katanya.
Meski begitu, Gin Gin mengakui ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga karena pasokannya terkendala oleh faktor cuaca. Contohnya, kata dia, wortel dan beberapa jenis ikan laut, seperti cumi dan udang.
"Jadi secara umum banyak harga komoditas yang mulai turun, tetapi memang masih ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti wortel serta beberapa ikan laut seperti cumi dan udang. Kenaikan ini kemungkinan juga karena faktor cuaca," katanya.
Permintaan Naik Akibat Program MBG
Selain itu, dia menambahkan, program MBG juga berpengaruh terhadap harga beberapa kebutuhan pokok, karena terjadi lonjakan permintaan untuk kebutuhan program tersebut. Gin Gin menyontohkan harga telur ayam yang naik ketika banyak digunakan di program MBG.
"Telur ayam harganya relatif stabil, meskipun sempat sedikit naik karena meningkatnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Telur dan wortel memang menjadi bahan yang banyak digunakan dalam program itu, jadi wajar kalau sedikit berpengaruh pada harga," katanya.
Namun demikian, Gin Gin menilai kenaikan harga bahan pangan yang terjadi di Kota Bandung sejauh ini masih dalam batas wajar. "Kenaikannya belum terlalu tinggi dan masih bisa dikenali, kami pun terus memantau nya bersama tim pengendali inflasi daerah," katanya.
Ketersediaan Komoditas Pasar Aman
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengatakan, dari sisi ketersediaan komoditas di pasar sebenarnya aman. Pihaknya sudah mengecek jumlah konsumsi maupun produksi.
Hanya saja, menurut dia, kemungkinan terjadi masalah pada saat distribusi, karena ada kekagetan. Pengelola dapur MBG seringnya berbelanja ke pasar induk untuk mendapatkan harga murah dan membeli dalam partai besar.
“Ada permintaan yang ujug-ujug banyak. Kemudian produk yang dijual masih tetap seperti biasanya,” ucap Nining.