Harga Emas Antam Naik 9,53% Hari Ini

Harga Emas Antam Naik 9,53% Hari Ini

Harga Buyback Emas Antam Naik 9,53% pada Tahun Ini

Harga buyback emas Antam telah mengalami kenaikan sebesar 9,53% pada periode tahun ini hingga Senin (13/4/2026). Berdasarkan data Logam Mulia yang dirilis pada hari yang sama, harga buyback emas Antam turun sebesar Rp42.000 menjadi Rp2.585.000 per gram. Meskipun demikian, posisi harga tersebut masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) yang tercatat di angka Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.

Buyback emas menjadi salah satu transaksi penting dalam industri logam mulia. Transaksi ini melibatkan penjualan kembali emas dalam berbagai bentuk, seperti logam mulia, logam batangan, atau perhiasan. Biasanya, harga buyback lebih rendah dibandingkan harga jual saat itu. Namun, jika ada selisih besar antara harga jual dan harga buyback, transaksi ini tetap bisa memberikan keuntungan bagi pemilik emas.

Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP. Besaran pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback yang dilakukan.

Pergerakan harga buyback emas Antam sejalan dengan fluktuasi harga logam mulia di pasar global. Dalam laporan sebelumnya, harga emas mencatat kinerja bulanan terburuk dalam lebih dari satu dekade terakhir. Sepanjang Maret 2026, harga emas turun sebesar 12% ke US$4.608 per troy ounce, menjadikannya koreksi terdalam sejak Juni 2013.

Laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) bertajuk "Anatomi Penurunan Harga Emas" menunjukkan bahwa pelemahan harga emas terjadi terhadap seluruh mata uang utama. Meski begitu, secara tahunan atau year on year (YoY), harga emas masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Model atribusi bulanan WGC, GRAM, menyebutkan bahwa kejatuhan harga emas didorong oleh beberapa faktor, termasuk momentum negatif, arus keluar dana dari ETF emas global, dan aksi lepas posisi (long unwind) di bursa berjangka COMEX. Arus keluar dana dari ETF emas global mencapai US$12 miliar atau setara dengan 84 ton emas sepanjang Maret 2026.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Beberapa faktor eksternal dan internal memengaruhi harga emas, baik di tingkat nasional maupun global. Di antaranya adalah:

  • Perubahan suku bunga Kenaikan suku bunga dapat membuat emas kurang menarik karena investasi lain seperti obligasi menjadi lebih menguntungkan.
  • Stabilitas politik dan ekonomi Ketidakpastian politik atau krisis ekonomi sering kali meningkatkan permintaan akan emas sebagai aset aman.
  • Inflasi Emas sering dianggap sebagai pelindung terhadap inflasi, sehingga harga emas cenderung naik ketika inflasi meningkat.
  • Pergerakan mata uang Harga emas biasanya terkait dengan pergerakan dolar AS. Jika dolar melemah, harga emas cenderung naik.

Selain itu, faktor-faktor teknis seperti arus modal, spekulasi pasar, dan kebijakan moneter juga turut memengaruhi harga emas. Hal ini membuat harga emas sangat rentan terhadap perubahan kondisi pasar.

Tips untuk Investasi Emas

Bagi para investor yang ingin mempertimbangkan emas sebagai bagian dari portofolio mereka, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Pilih waktu yang tepat Lakukan pembelian emas saat harga sedang rendah agar mendapatkan nilai yang lebih baik.
  • Pahami risiko Emas tidak selalu memberikan keuntungan yang stabil, terutama dalam jangka pendek.
  • Diversifikasi portofolio Jangan menginvestasikan seluruh dana hanya pada emas, tetapi campur dengan instrumen investasi lainnya.
  • Pantau perkembangan pasar Selalu ikuti informasi terkini tentang pergerakan harga emas dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

Dengan memahami dinamika pasar dan melakukan analisis yang tepat, investasi emas bisa menjadi pilihan yang strategis dan menguntungkan.