Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,35 Juta

admin.aiotrade 17 Nov 2025 3 menit 21x dilihat
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,35 Juta
Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2,35 Juta

Harga Emas Antam Naik Rp3.000 per Gram

Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami kenaikan sebesar Rp3.000 pada perdagangan Senin (17/11/2025). Kini, harga emas Antam menjadi Rp2.351.000 per gram. Selain itu, harga buyback hari ini juga naik sebesar Rp3.000 menjadi Rp2.212.000 per gram. Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

Harga Emas Antam dalam Berbagai Pecahan

Berikut ini adalah daftar harga emas batangan Antam per hari ini dalam berbagai pecahan:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.225.500
  • Harga emas 1 gram: Rp2.351.000
  • Harga emas 2 gram: Rp4.652.000
  • Harga emas 3 gram: Rp6.960.000
  • Harga emas 5 gram: Rp11.570.000
  • Harga emas 10 gram: Rp23.060.000
  • Harga emas 25 gram: Rp57.485.000
  • Harga emas 50 gram: Rp114.805.000
  • Harga emas 100 gram: Rp229.460.000
  • Harga emas 250 gram: Rp573.340.000
  • Harga emas 500 gram: Rp1.146.400.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.291.600.000

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Emas Fisik sebagai Instrumen Investasi Berisiko Rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Ada yang rendah, moderat, hingga berisiko tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," kata Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

Cara Menghitung Keuntungan Investasi Emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas adalah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp2.351.000 per gram dan harga jual kembali Rp2.212.000 per gram. Ada selisih Rp139 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp2.351.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp139 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan