Harga emas dan perak melonjak setelah Fed potong suku bunga, logam mulia siap meledak di 2026?

admin.aiotrade 11 Des 2025 2 menit 12x dilihat
Harga emas dan perak melonjak setelah Fed potong suku bunga, logam mulia siap meledak di 2026?

Pergerakan Harga Emas dan Logam Mulia

Pada perdagangan Rabu 10 Desember 2025, harga emas kembali mengalami kenaikan. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya sempat melemah. Kenaikan tersebut terjadi tidak lama setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk memangkas suku bunga. Meskipun demikian, ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter tahun depan tetap menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Di sisi lain, harga perak mencatat rekor baru dengan menembus level tertinggi sepanjang masa. Harga emas spot meningkat sebesar 0,7% menjadi US$4.236,57. Sementara itu, kontrak berjangka emas sedikit terkoreksi sebesar 0,3% menjadi US$4.224,70.

Pergerakan yang berbeda terlihat pada harga perak spot yang naik tajam hingga menyentuh rekor baru di US$61,85. Namun, dua logam mulia lainnya justru mengalami penurunan. Platinum turun sebesar 2,4% menjadi US$1.654,55, sedangkan palladium merosot 2% menjadi US$1.475,94.

Kenaikan harga emas ini terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat melakukan pemangkasan suku bunga. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara yang terpecah di antara para pejabat The Fed. Meski begitu, The Fed memberi sinyal bahwa penurunan suku bunga tambahan kemungkinan akan ditunda sementara hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai kondisi inflasi dan perkembangan pasar tenaga kerja.

Analisis dari Tai Wong, seorang analis independen pasar logam, menyatakan bahwa trader emas menyukai hasil hari ini. Harga emas berhasil mencapai level tertinggi harian setelah bertahan dari aksi ambil untung.

Secara umum, suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Hal ini karena emas tidak menawarkan imbal hasil seperti deposito atau obligasi.

Meskipun sebagian besar pejabat The Fed memperkirakan masih diperlukan pemangkasan bunga lanjutan pada tahun depan, terdapat perbedaan pendapat yang jelas. Beberapa pejabat menolak pemangkasan tambahan, sementara tiga lainnya memprediksi kemungkinan kenaikan suku bunga.

Ketua The Fed, Jerome Powell, menyampaikan bahwa kebijakan suku bunga saat ini berada pada level yang cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, ia enggan memberikan petunjuk lebih jauh mengenai apakah pemangkasan berikutnya akan segera dilakukan atau tidak.

Powell disebut menari di antara perbedaan pandangan, berhasil memperoleh satu pemangkasan bunga lagi dari komite yang terbelah dengan hanya tiga dissent. Pasar merespons positif dalam konferensi persnya. Namun, belum jelas apakah emas dapat mencetak rekor baru.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, para investor kini menantikan data ekonomi berikutnya yang dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter dan peluang emas mencetak rekor baru di masa mendatang.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan