
JAKARTA, aiotrade.app
- Kenaikan harga emas yang signifikan menjadi salah satu berita utama di pasar sejak awal tahun 2025. Harga emas dunia melonjak hingga menembus 4.200 dollar AS per ons. Dengan harga yang semakin tinggi, muncul pertanyaan bagaimana jumlah emas yang ideal untuk disimpan dalam portofolio investasi.
Reputasi emas sebagai lindung nilai inflasi dan risiko makroekonomi serta geopolitik telah membuatnya menarik bagi investor pada tahun ini. Perkembangan yang tidak biasa adalah kenaikan harga emas yang terjadi bersamaan dengan saham yang mendekati rekor tertinggi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada Juli 2025 lalu, legenda hedge fund Ray Dalio menyatakan bahwa investor sebaiknya mengalokasikan sekitar 15 persen dari portofolio investasi untuk emas atau bitcoin. Para profesional investasi menyebut alokasi tersebut sebagai masuk akal.
David Miller, CIO Catalyst Funds dan manajer portofolio Strategy Shares Gold Enhanced Yield ETF, mengatakan bahwa investor sebaiknya menyimpan setidaknya 15 persen dari portofolio mereka dalam bentuk emas sebagai pengganti aset pendapatan tetap lainnya. Ia menjelaskan bahwa permintaan global tetap kuat, pertumbuhan pasokan terbatas, dan imbal hasil riil yang rendah secara historis mendukung harga emas yang lebih tinggi.
Will Rhind, CEO GraniteShares, berpendapat bahwa alokasi yang cukup besar untuk emas adalah pilihan yang baik, bahkan dengan harga yang mencapai rekor tertinggi. Menurutnya, dalam portofolio yang terdiversifikasi, klien biasanya memiliki alokasi emas antara 7 sampai 10 persen. Angka ini bisa bervariasi tergantung tujuan investasi, toleransi risiko, dan prospek ekonomi secara umum.
Dari perspektif Rhind, kunci untuk mendapatkan nilai dari investasi emas adalah menyimpannya dalam jumlah yang cukup agar menjadi posisi yang relevan dalam portofolio. Alokasi 1 persen tidak akan cukup untuk memengaruhi kinerja portofolio secara signifikan.
Para ahli lain berpendapat bahwa alokasi sedikit di bawah ambang batas 7 persen adalah yang paling masuk akal. Alexander Lis, kepala investasi Social Discovery Ventures, menyatakan bahwa alokasi 5 persen untuk emas merupakan tambahan yang berharga bagi portofolio saham dan obligasi jangka panjang yang klasik.
Risiko menyimpan terlalu banyak emas adalah ketika kondisi yang diharapkan dapat dilindungi tidak pernah terwujud. Investor saat ini mungkin terlalu pesimis terhadap perdagangan devaluasi yang mencengkeram pasar.
"Emas cenderung mencerminkan ekspektasi devaluasi mata uang, alih-alih devaluasi itu sendiri," ujar Lis. "Mengingat reli tahun ini, memenuhi ekspektasi konsensus saat ini tentang devaluasi lebih lanjut akan membutuhkan stimulus, bahkan yang melebihi level Covid-19."
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Investasi Emas
-
Permintaan Global
Permintaan global terhadap emas tetap kuat, terutama karena kebutuhan dari sektor industri dan perhiasan. Hal ini memperkuat posisi emas sebagai aset yang stabil. -
Pertumbuhan Pasokan Terbatas
Pasokan emas tidak tumbuh secara signifikan, sehingga memengaruhi harga. Keterbatasan pasokan membuat emas tetap diminati oleh investor. -
Imbal Hasil Riil Rendah
Imbal hasil riil yang rendah secara historis membuat emas menjadi pilihan yang menarik bagi investor yang mencari diversifikasi portofolio.
Rekomendasi Alokasi Investasi Emas
-
15 Persen
Beberapa ahli seperti Ray Dalio merekomendasikan alokasi sebesar 15 persen dalam portofolio investasi. Ini bisa menjadi strategi yang efektif untuk melindungi terhadap risiko inflasi dan volatilitas pasar. -
7-10 Persen
Will Rhind menyarankan alokasi antara 7 sampai 10 persen. Ini merupakan angka yang umum diterima oleh para profesional investasi. -
5 Persen
Alexander Lis menilai alokasi 5 persen cukup efektif untuk portofolio saham dan obligasi jangka panjang. Ini memberikan perlindungan tanpa mengganggu keseimbangan portofolio.
Tantangan dalam Investasi Emas
-
Kesadaran Risiko
Meskipun emas dipandang sebagai aset aman, terlalu banyak investasi dalam emas bisa berisiko jika situasi ekonomi berubah. Investor harus mempertimbangkan risiko ini secara matang. -
Ekspektasi Devaluasi Mata Uang
Emas sering kali mencerminkan ekspektasi devaluasi mata uang. Oleh karena itu, investor perlu memahami dinamika pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi harga emas. -
Perlu Adanya Stimulus
Untuk mempertahankan tren kenaikan harga emas, diperlukan stimulasi ekonomi yang signifikan. Ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi investor.