Harga Emas Naik Kembali di Atas US$4.000 per Troy Ounce

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Harga Emas Naik Kembali di Atas US$4.000 per Troy Ounce


aiotrade,
JAKARTA – Penutupan atau shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS) saat ini menjadi waktu yang paling panjang dalam sejarah negara tersebut. Kondisi ini berdampak pada lonjakan harga emas dunia.

Harga emas spot menutup pekan pada level US$4.001,26 per troy ounce pada Jumat pukul 17.59 waktu AS atau Sabtu dini hari di Tanah Air. Level harga emas ini menguat 0,6% secara harian atau US$24,05 per troy ounce secara harian.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2025 naik 0,4% ke US$4.008,20 per ons. Analis independen, Ross Norman mengatakan peningkatan harga emas dunia didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi AS di tengah government shutdown yang berkepanjangan.

"Tren bullish masih berlanjut. Faktor-faktor utama yang menopang kekuatan harga emas tetap bertahan, yakni pembelian emas oleh Bank Sentral dan prospek pemangkasan suku bunga," ujar Ross.

Data ekonomi yang dirilis Gedung Putih pada Kamis (6/11) menunjukkan lapangan kerja AS pada bulan Oktober 2025 terpangkas, terutama di sektor pemerintahan dan ritel. Kondisi ini meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 67% The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember 2025. Probabilitasnya naik dari sekitar 60% sebelum data ketenagakerjaan AS dirilis.

Selain itu, fokus pasar kini tertuju pada data makro ekonomi serta kepastian penutupan pemerintahan AS akan berakhir. Kondisi ini meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Saat ini, penutupan pemerintahan AS menjadi yang terpanjang dalam sejarah Negara Adidaya itu. Kondisi ini memaksa investor dan The Fed yang bergantung pada data resmi, mengandalkan indikator dari sektor swasta.

Di tengah kondisi tersebut, logam mulia lainnya juga terpantau menguat per akhir perdagangan Jumat kemarin. Misalnya, perak spot naik 1,2% ke US$48,58 per ons, harga platina menguat 0,4% ke US$1.547,45, serta harga palladium yang naik 0,7% ke US$1.384,18 per ons.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga emas antara lain:

  • Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga: Pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed akan melanjutkan kebijakan suku bunga yang lebih longgar. Hal ini membuat emas sebagai aset lindung nilai semakin diminati.
  • Kekhawatiran Ekonomi AS: Data ketenagakerjaan yang menunjukkan penurunan angka lapangan kerja di sektor pemerintahan dan ritel meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi AS.
  • Perubahan Pola Investasi: Investor cenderung beralih ke aset yang stabil, seperti emas, karena ketidakpastian ekonomi global.

Perkembangan Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, beberapa logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan harga:

  • Perak: Harga perak spot naik 1,2% menjadi US$48,58 per ons.
  • Platina: Harga platina menguat 0,4% ke US$1.547,45.
  • Palladium: Harga palladium naik 0,7% menjadi US$1.384,18 per ons.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan memberikan tantangan bagi sistem ekonomi dan pasar keuangan. Karena tidak ada data resmi yang tersedia, pelaku pasar dan lembaga seperti The Fed harus mengandalkan indikator dari sektor swasta. Hal ini dapat memengaruhi keputusan kebijakan moneter dan tingkat risiko pasar.

Namun, dengan adanya ekspektasi pemangkasan suku bunga dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, harga emas dan logam mulia lainnya diperkirakan akan tetap kuat dalam jangka pendek. Pasar akan terus memantau perkembangan situasi politik dan ekonomi AS untuk menentukan arah pergerakan harga.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan