Harga emas naik sedikit pagi ini, cek daftar!

admin.aiotrade 15 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Harga emas naik sedikit pagi ini, cek daftar!
Harga emas naik sedikit pagi ini, cek daftar!

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam hari ini, Senin (15/12/2025), mengalami kenaikan tipis. Berdasarkan informasi dari situs logammulia.com, harga emas hari ini naik sebesar Rp2 ribu menjadi Rp2.464.000 per gram. Begitu juga dengan harga buyback, yang juga meningkat sebesar Rp2 ribu menjadi Rp2.324.000 per gram. Harga buyback merupakan harga yang ditetapkan Antam saat membeli emas logam mulia dari konsumen yang menjual ke Butik Antam.

Daftar Harga Emas Batangan Antam Per Hari Ini

Berikut ini adalah daftar harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • Harga emas 0,5 gram: Rp1.282.000.
  • Harga emas 1 gram: Rp2.464.000.
  • Harga emas 2 gram: Rp4.878.000.
  • Harga emas 3 gram: Rp7.299.000.
  • Harga emas 5 gram: Rp12.135.000.
  • Harga emas 10 gram: Rp24.190.000.
  • Harga emas 25 gram: Rp60.310.000.
  • Harga emas 50 gram: Rp120.455.000.
  • Harga emas 100 gram: Rp240.760.000.
  • Harga emas 250 gram: Rp601.590.000.
  • Harga emas 500 gram: Rp1.202.900.000.
  • Harga emas 1.000 gram: Rp2.404600.000.

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, potongan pajak yang dikenakan lebih tinggi, yaitu sebesar 0,9 persen.

Emas Fisik sebagai Instrumen Investasi Berisiko Rendah

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda, mulai dari rendah hingga tinggi. Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi terkait hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," ujar Andy.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil. Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

Cara Menghitung Keuntungan Investasi Emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp2.464.000 per gram dan harga jual kembali Rp2.324.000 per gram. Ada selisih Rp140 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp2.464.000 pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp140 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Alasan Investasi Emas Memerlukan Diversifikasi

Investasi emas sering kali menjadi pilihan bagi para investor yang ingin melindungi aset mereka dari inflasi dan volatilitas pasar. Namun, untuk mendapatkan hasil optimal, diversifikasi sangat penting. Berikut adalah beberapa alasan mengapa investasi emas memerlukan diversifikasi:

  • Mengurangi Risiko: Dengan membagi investasi ke berbagai aset, risiko kerugian dapat diminimalkan.
  • Meningkatkan Potensi Return: Diversifikasi membantu mengoptimalkan pengembalian investasi.
  • Menghadapi Fluktuasi Pasar: Dengan beragam jenis investasi, Anda lebih siap menghadapi perubahan pasar.
  • Mempertahankan Kestabilan Portofolio: Investasi yang beragam membantu menjaga stabilitas portofolio secara keseluruhan.

Dengan memahami manfaat diversifikasi, investor dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengelola aset mereka.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan