Harga emas tetap, pasar menantikan arah pembicaraan nuklir AS-Iran


Harga emas berada dalam kondisi stabil pada hari Kamis (26/2/2026) karena para investor lebih memilih menunggu hasil dari putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diadakan di Jenewa. Pasar sedang mengharapkan adanya tanda-tanda penurunan ketegangan geopolitik dari pertemuan tersebut.

Menurut laporan, harga emas spot tercatat relatif datar di level US$ 5.168,72 per ons pada pukul 13.37 waktu setempat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah sebesar 0,6% menjadi US$ 5.194,20 per ons.

Razan Hilal, analis pasar dari FOREX.com, menyatakan bahwa emas dan perak sempat mencoba menembus level resistensi, tetapi gagal mempertahankan kenaikan selama minggu ini. Ia menilai kegagalan tersebut membuka peluang bagi koreksi jika tercapainya kesepakatan geopolitik jangka pendek.

Dari sisi diplomasi, seorang pejabat senior Iran menyebutkan bahwa peluang tercapainya kerangka kesepakatan masih terbuka jika Washington bersedia memisahkan isu nuklir dan non-nuklir. “Masih ada celah yang perlu dipersempit di putaran ketiga pembicaraan,” ujarnya.

Peter Grant, wakil presiden sekaligus ahli strategi logam senior di Zaner Metals, juga menyoroti sentimen kehati-hatian di pasar. Menurutnya, ketidakpastian global masih cukup tinggi. Meski demikian, ia tetap optimis terhadap prospek jangka menengah emas.

“Prospek jangka menengah emas tetap positif dan berpotensi menguji area US$ 5.340 hingga US$ 5.400, meskipun koreksi jangka pendek bisa terjadi,” ujarnya.

Tekanan eksternal juga datang dari kebijakan perdagangan AS. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan bahwa tarif untuk sejumlah negara akan dinaikkan menjadi 15% atau lebih, tanpa merinci mitra dagang yang terdampak.

Dari data ekonomi, klaim awal tunjangan pengangguran AS naik tipis pekan lalu, sementara pasar tenaga kerja dinilai tetap solid. Pasar juga masih memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tahun ini oleh Federal Reserve.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun sebesar 2,5% menjadi US$87,14 per ons. Platinum melemah 2,2% menjadi US$2.236,37 per ons, sementara paladium turun 1,9% menjadi US$1.761,05 per ons.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga emas saat ini meliputi:

  • Ketegangan geopolitik: Pembicaraan nuklir antara AS dan Iran menjadi fokus utama, dengan harapan adanya penurunan ketegangan.
  • Kebijakan perdagangan AS: Kenaikan tarif dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global.
  • Data ekonomi AS: Klaim pengangguran yang meningkat sedikit menunjukkan kecenderungan pasar tenaga kerja yang stabil.
  • Perkiraan suku bunga Fed: Dua kali penurunan suku bunga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap harga logam mulia.

Perkembangan Pasar Logam Lainnya

Selain emas, harga logam lainnya juga mengalami penurunan:

  • Perak: Turun 2,5% menjadi US$87,14 per ons.
  • Platinum: Melemah 2,2% menjadi US$2.236,37 per ons.
  • Paladium: Turun 1,9% menjadi US$1.761,05 per ons.

Prediksi dan Analisis

Meskipun ada tekanan jangka pendek, analis tetap optimis terhadap prospek emas dalam jangka menengah. Beberapa ahli memprediksi bahwa harga emas dapat menguji level US$ 5.340 hingga US$ 5.400 jika situasi geopolitik membaik. Namun, koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi jika terjadi kesepakatan yang mendekati ekspektasi pasar.

Pengawasan terhadap perkembangan pembicaraan nuklir serta kebijakan pemerintah AS akan menjadi kunci untuk memprediksi arah pergerakan harga emas di masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan