Harga Ikan di Pasar Rakyat Bula Turun, 8 Ekor Rp20 Ribu

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Harga Ikan di Pasar Rakyat Bula Turun, 8 Ekor Rp20 Ribu
Harga Ikan di Pasar Rakyat Bula Turun, 8 Ekor Rp20 Ribu

Harga Ikan di Pasar Rakyat Bula Anjlok, Pedagang Terpaksa Turunkan Harga

Di tengah situasi pasar yang tidak menentu, harga ikan di Pasar Rakyat Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memengaruhi aktivitas jual beli dan strategi para pedagang dalam menjaga kelangsungan usaha mereka.

Kondisi Pasar yang Menurun

Pantauan terbaru menunjukkan bahwa suasana di area penjualan ikan terlihat lebih sepi dibanding biasanya. Lapak-lapak ikan berjejer rapi, namun pembeli tampak lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mama Anti, salah satu pedagang ikan di Pasar Rakyat Bula, mengungkapkan bahwa harga ikan kini turun cukup jauh dari harga normal. “Ikan baby tuna sekarang cuma Rp20 ribu satu ekor, biasanya bisa Rp30 sampai Rp35 ribu. Kawalinya delapan ekor Rp20 ribu, sedangkan ikan komu satu parteng cuma Rp400 ribu. Biasanya bisa lebih,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga bukan disebabkan oleh stok yang melimpah, melainkan karena kondisi pasar yang membuat pedagang harus menyesuaikan diri. Daya beli masyarakat menurun, sementara ikan yang tidak laku cepat rusak.

Strategi Jualan yang Berubah

Untuk menghadapi situasi ini, Mama Anti dan para pedagang lainnya sering kali memotong harga sejak pagi hari agar dagangannya cepat habis sebelum siang. “Kalau pagi-pagi sudah ramai, saya kasih harga sedikit turun supaya cepat habis. Kalau nunggu lama, nanti rugi juga,” jelasnya.

Selain itu, beberapa pedagang bahkan memilih untuk tidak berjualan setiap hari karena khawatir mengalami kerugian. “Kadang ada teman-teman pedagang yang istirahat dulu. Katanya hasilnya tidak cukup untuk ganti modal. Tapi saya tetap jual, walaupun untungnya tipis. Yang penting roda usaha tetap jalan,” tambahnya.

Harapan untuk Stabilitas Harga

Mewakili pedagang lain, Mama Anti berharap harga ikan segera stabil agar aktivitas jual beli di pasar kembali bergairah. “Kalau harga normal, pembeli senang, kita juga semangat jual. Sekarang semua serba pas-pasan, tapi ya tetap harus jalan,” tutupnya.



Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan