
Kenaikan Harga Bitcoin dan Ethereum Didorong oleh Isyarat The Fed
Pada awal perdagangan hari ini, harga Bitcoin kembali menguat setelah munculnya isyarat bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan kebijakan quantitative tightening (QT) pada 1 Desember 2025. Perkembangan ini menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti kripto, termasuk Bitcoin dan Ethereum.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada pukul 09.39 WIB, harga Bitcoin mencapai level US$99.767,51, meningkat sebesar US$1.010,71 per keping atau naik 1,02% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski demikian, harga ini masih jauh di bawah rekor tertingginya yang tercatat pada 20 Agustus 2025 dengan nilai US$112.778,34.
Sementara itu, harga Ethereum juga mengalami kenaikan signifikan. Pada pukul 09.42 WIB, Ethereum berada di level US$3.248,15 per keping, naik sebesar 2,21% dari penutupan hari sebelumnya.
Pengertian Quantitative Tightening dan Dampaknya
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan bahwa penghentian QT berarti The Fed akan berhenti mengurangi neraca asetnya dan kembali membeli surat utang pemerintah AS Treasury yang jatuh tempo. Hal ini menyebabkan balance sheet The Fed tidak lagi menyusut.
Fyqieh menambahkan bahwa kebijakan QT telah berlangsung sejak 2022, sehingga neraca The Fed turun dari puncaknya sekitar US$9 triliun menjadi sekitar US$6,6 triliun saat ini. Dengan penghentian QT, likuiditas akan kembali dialirkan ke sistem keuangan, yang bertolak belakang dengan pengetatan likuiditas sebelumnya.
"Kondisi likuiditas yang meningkat biasanya berdampak positif bagi aset berisiko. Ketika pasokan uang bertambah dan suku bunga cenderung turun, investor cenderung mencari imbal hasil lebih tinggi di pasar saham maupun kripto," kata Fyqieh.
Hubungan Antara Likuiditas dan Aset Berisiko
Bitcoin sebagai aset kripto terbesar diperkirakan akan mendapat manfaat dari aliran dana segar akibat peningkatan likuiditas. Fyqieh menjelaskan bahwa secara historis, Bitcoin sering kali menguat saat likuiditas melimpah dan selera risiko investor meningkat.
Dengan penghentian QT, dana berlebih dapat mengalir ke aset berisiko seperti kripto. Selain itu, penghentian QT juga diharapkan dapat menurunkan imbal hasil obligasi dan melemahkan dolar AS, sehingga membuat Bitcoin semakin atraktif sebagai alternatif penyimpan nilai.
Contoh Sejarah dan Dampak Pasar Saat Ini
Fyqieh menunjukkan bahwa ketika The Fed terakhir kali menghentikan QT pada 2019 dan mulai memangkas suku bunga, harga Bitcoin melonjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa bulan setelahnya. Hal ini menunjukkan hubungan antara kebijakan moneter The Fed dan pergerakan harga kripto.
Dampak langsung dari sinyal dovish The Fed sudah terlihat di pasar kripto. Harga Bitcoin sempat merangkak naik mendekati US$106.000 baru-baru ini, mencerminkan sentimen positif investor. Kenaikan ini juga sejalan dengan reli aset risiko lain seperti saham-saham berkapitalisasi besar di Wall Street.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, isyarat penghentian QT oleh The Fed memberikan dampak positif bagi pasar kripto. Dengan likuiditas yang kembali mengalir ke sistem keuangan dan penurunan suku bunga, investor cenderung lebih percaya diri untuk membeli aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum.
Namun, pembaca diminta untuk tetap waspada dan melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.