
JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan sejumlah saham emiten dari berbagai sektor pada Jumat (9/1/2026).
Emiten yang dikenakan suspensi antara lain PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
BEI menyebut keempat saham tersebut mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu dilakukan penghentian perdagangan saham-saham tersebut di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 9 Januari 2026 sampai dengan pengumuman lebih lanjut.
"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dalam pengumuman, Kamis (8/1/2026).
Sebagai informasi, harga saham LUCY telah melesat 259,91% ke level Rp 835 per saham dalam sebulan terakhir hingga Kamis (8/1/2026). Harga saham PPGL juga melonjak 109,23% dalam sebulan terakhir ke level Rp 272 per saham.
Saham LEAD juga mengalami kenaikan harga mencapai 150,55% dalam sebulan terakhir ke level Rp 228 per saham. Adapun harga saham NSSS menguat 93,80% ke level Rp 1.250 per saham dalam sebulan terakhir.