
Harga Minyak Mentah Dunia Mengalami Kenaikan
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didorong oleh harapan bahwa Hongaria dapat menggunakan minyak mentah Rusia. Hal ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di Gedung Putih.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan laporan, harga minyak mentah berjangka Brent naik sebesar 0,39 persen atau 25 sen AS menjadi 63,63 dollar AS per barrel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat sebesar 0,54 persen atau 32 sen AS menjadi 59,75 dollar AS per barrel. Kedua acuan tersebut berhasil pulih setelah mengalami penurunan selama beberapa hari sebelumnya. Namun, kedua jenis minyak ini diperkirakan akan mencatat penurunan mingguan sekitar 2 persen karena produsen minyak global utama meningkatkan produksi.
John Kilduff, mitra Again Capital, menyatakan bahwa pihaknya mengamati pertemuan antara Trump dan Orban untuk melihat apakah akan ada kesepakatan yang meringankan sanksi terhadap Lukoil dan Rosneft. Hungaria tetap bergantung pada energi Rusia sejak dimulainya konflik di Ukraina pada 2022, hal ini memicu kritik dari beberapa sekutu Uni Eropa dan NATO.
Sebelumnya, harga minyak Brent sempat turun akibat pemangkasan jadwal penerbangan di AS karena kekurangan pengawas lalu lintas udara. Hal ini disebabkan oleh tidak menerima gaji selama penutupan pemerintahan (government shutdown). Phil Flynn, Analis Senior Price Futures Group, menyatakan bahwa fakta bahwa penghentian banyak penerbangan telah mengurangi permintaan bahan bakar diesel secara signifikan.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) memerintahkan maskapai untuk membatalkan ribuan penerbangan akibat kekurangan pengontrol lalu lintas udara. Ole Hvalbye, Analis SEB, menyatakan bahwa penurunan permintaan bahan bakar pesawat ini telah menambah tekanan pada pasar minyak yang sudah menghadapi kelebihan pasokan.
Kekhawatiran akan kelebihan pasokan meningkat setelah laporan menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 5,2 juta barel pekan ini. Kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan akibat meningkatnya impor dan berkurangnya aktivitas penyulingan, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).
Di sisi lain, laporan sektor tenaga kerja AS tidak dirilis karena penutupan pemerintahan, namun sejumlah laporan swasta menunjukkan adanya pelemahan pasar tenaga kerja.
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan pada Minggu lalu untuk sedikit menaikkan produksi pada Desember 2025. Namun kelompok ini menunda peningkatan lebih lanjut untuk kuartal pertama tahun depan, karena khawatir akan kelebihan pasokan.
Pasar yang terpasok dengan baik mendorong Arab Saudi, eksportir minyak terbesar dunia, untuk mengumumkan penurunan tajam harga minyak mentahnya untuk pembeli Asia pada bulan Desember. Sebagai respons terhadap kondisi pasar yang melimpah, Arab Saudi pun menurunkan harga jual resmi minyaknya untuk pembeli di Asia pada bulan Desember.