Harga Minyak Global Turun Setelah Selat Hormuz Dibuka Kembali
Harga minyak global dikabarkan turun lebih dari 10 persen pada Jumat (17/4/2026). Penurunan ini terjadi setelah Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka secara penuh. Pembukaan selat ini memungkinkan kapal-kapal untuk berlayar dengan bebas, sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global kembali lancar.
Di sisi lain, pembukaan Selat Hormuz juga berdampak positif terhadap harga saham di pasar global. Sebagai contoh, harga saham The S&P 500 naik sebesar 1,2 persen setelah pengumuman tersebut. Sementara itu, harga saham yang berasal dari AS melonjak hingga 12 persen, yang merupakan kenaikan tertinggi sejak Maret 2026 lalu.
Iran Hanya Buka Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata
Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran resmi dimulai pada Jumat. Langkah ini dilakukan setelah Iran menutup selat tersebut selama lebih dari sebulan. Meski demikian, Iran menegaskan bahwa pembukaan hanya akan berlangsung hingga gencatan senjata dengan AS berakhir. Gencatan senjata antara AS dan Iran sendiri diperkirakan akan rampung pada 22 April mendatang.
Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran, kata Menteri Luar Negeri Iran, Sayyed Abbas Araghchi, dalam sebuah unggahan di laman X pribadinya.

Donald Trump Berterima Kasih kepada Iran
Keputusan Iran untuk membuka Selat Hormuz ini diapresiasi oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam pernyataannya, Trump menyampaikan terima kasih kepada Iran karena telah membuka Selat Hormuz sehingga kapal-kapal bisa berlayar dengan bebas. Namun, ia menegaskan bahwa blokade tetap akan dilakukan kepada kapal-kapal Iran sebelum mereka menyepakati perdamaian dengan AS.
Iran baru saja mengumumkan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan siap untuk dilalui sepenuhnya. Terima kasih! Namun, blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya dan efektif hanya untuk Iran sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100 persen, tulis Trump di Truth Social.

Iran Menutup Selat Hormuz sebagai Balasan atas Serangan AS dan Israel
Iran menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Sejak saat itu, Iran mulai meningkatkan pengamanan dan melarang kapal-kapal dagang, termasuk kapal minyak, untuk berlayar di sana.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran membuat pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global terhambat. Banyak kapal yang tertahan di selat tersebut, sehingga tidak bisa mengekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global.
Hambatan ini membuat harga minyak global sempat melambung tinggi. Pada Maret lalu, misalnya, harga minyak global sempat mencapai 120 dolar AS atau sekitar Rp2 juta per barel. Itu merupakan kenaikan harga minyak tertinggi yang pernah terjadi dalam sejarah.
