
Pantauan Harga Bahan Pokok di Kabupaten Banjar
Pemantauan terhadap harga bahan pokok penting di Kabupaten Banjar terus dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah. Salah satunya adalah Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar. Mereka memastikan bahwa harga bahan pokok tetap stabil dan tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Pada hari Sabtu (9/5/2026), petugas DKUMPP melakukan pemantauan langsung di Pasar Batuah Martapura. Mereka memperhatikan perkembangan harga minyak goreng dan bawang yang menjadi bahan pokok sehari-hari.
Menurut Kepala Seksi Pengendalian Bapokting DKUMPP Banjar, Elok Yuli Suriyanti, kenaikan harga minyak goreng diduga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global. Hal ini termasuk dampak dari perang internasional yang berimbas pada bahan baku industri kemasan plastik.
Elok menjelaskan bahwa bahan baku plastik untuk kemasan minyak goreng berasal dari minyak mentah. Ketika harga bahan bakar naik, maka otomatis harga produk minyak goreng juga ikut meningkat.
Dalam hasil pemantauan lapangan, hampir seluruh merek minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga. Saat ini, harga minyak goreng kemasan berkisar antara Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Sementara itu, minyak goreng subsidi Minyakita masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp15.700 per liter. Menurut Elok, harga Minyakita tetap stabil karena adanya subsidi pemerintah.
Selain DKUMPP Banjar, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok penting di Pasar Martapura. Tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas harga dan mencegah inflasi yang berlebihan.
Sebagai alternatif solusi, pemerintah mempertimbangkan langkah intervensi seperti penyelenggaraan pasar murah jika diperlukan. Hal ini bertujuan untuk memberikan akses harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Meskipun terjadi kenaikan harga minyak goreng, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Hal ini dapat memicu kelangkaan di pasaran.
Selain itu, para pedagang juga diingatkan agar tidak menaikkan harga secara berlebihan maupun melakukan penimbunan minyak goreng. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pasar dan menjaga kestabilan harga bahan pokok.
Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga minyak goreng antara lain:
- Kondisi ekonomi global yang memengaruhi harga bahan baku
- Dampak perang internasional yang berdampak pada pasokan bahan baku
- Kenaikan harga minyak mentah yang menjadi bahan dasar kemasan plastik
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Kenaikan Harga
Pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok:
- Pemantauan intensif oleh DKUMPP dan TPID
- Penyelenggaraan pasar murah sebagai alternatif solusi
- Peningkatan pengawasan terhadap pedagang agar tidak menaikkan harga secara berlebihan
Peran Masyarakat dalam Menjaga Stabilitas Harga
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok:
- Tidak melakukan pembelian berlebihan untuk mencegah kelangkaan
- Menghindari panic buying yang bisa memicu kenaikan harga
- Mendorong transparansi dalam distribusi dan penjualan bahan pokok