Harga minyak melonjak, ancaman sanksi Trump mengancam Rusia dan Venezuela

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 19x dilihat
Harga minyak melonjak, ancaman sanksi Trump mengancam Rusia dan Venezuela


aiotrade, JAKARTA — Harga minyak dunia mengalami kenaikan kecil karena para pelaku pasar terus memantau kemungkinan sanksi tambahan dari Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia serta ancaman gangguan pasokan akibat pemblokiran kapal tanker minyak Venezuela.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Reuters pada Jumat (19/12/2025), harga minyak mentah jenis Brent naik sebesar 36 sen atau 0,6% menjadi US$60,04 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat 52 sen atau 0,9% menjadi US$56,46 per barel.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan BOK Financial, menyatakan bahwa kontrak berjangka minyak mentah mulai mencari titik penopang dari kebijakan pemblokiran ekspor minyak Venezuela. Jika kebijakan ini terus berlanjut, produksi minyak di wilayah tersebut bisa terhenti karena tidak memiliki tujuan pengiriman.

“Kontrak berjangka minyak mentah sedang mencoba mendapatkan dukungan dari pemblokiran ekspor minyak Venezuela. Jika kebijakan ini berlanjut, kemungkinan besar akan memaksa produksi di wilayah tersebut dihentikan karena tidak ada tujuan pengapalan,” ujar Kissler.

Sebelumnya, pemerintah AS dilaporkan sedang menyiapkan putaran baru sanksi terhadap sektor energi Rusia jika Moskow tidak menyepakati perjanjian damai dengan Ukraina. Namun, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum mengambil keputusan terkait sanksi terhadap Rusia.

“Jika tidak tercapai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, serangan terhadap Rusia bisa meningkat dan secara cepat memperketat pasokan. Ditambah lagi dengan pemblokiran minyak Venezuela, harga minyak saat ini berpotensi masih berada di bawah nilai wajarnya,” kata Kissler.

Risiko Pasokan Meningkat
Analis ING dalam catatannya menilai langkah lanjutan yang menargetkan minyak Rusia berpotensi menimbulkan risiko pasokan yang lebih besar bagi pasar dibandingkan pengumuman Presiden Trump pada Selasa lalu mengenai pemblokiran kapal tanker yang masuk dan keluar Venezuela.

Di sisi lain, Inggris menjatuhkan sanksi kepada 24 individu dan entitas sebagai bagian dari rezim sanksi terhadap Rusia, termasuk perusahaan minyak Rusia Tatneft dan Russneft, sebagaimana tercantum dalam pemberitahuan resmi pemerintah Inggris pada Kamis.

ING memperkirakan pemblokiran Venezuela dapat memengaruhi sekitar 600.000 barel per hari (bph) ekspor minyak negara tersebut, yang sebagian besar dikirim ke China. Namun, sekitar 160.000 bph ekspor ke AS diperkirakan tetap berlanjut. Kapal-kapal milik Chevron masih terus berangkat menuju AS berdasarkan otorisasi sebelumnya dari pemerintah AS.

Adapun, mekanisme penegakan pemblokiran oleh AS masih belum jelas. Pekan lalu, Penjaga Pantai AS mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan menyita sebuah kapal tanker minyak Venezuela. Sejumlah sumber menyebutkan AS tengah bersiap melakukan intersepsi serupa terhadap kapal lain.

Minyak mentah Venezuela menyumbang sekitar 1% dari total pasokan minyak global.

Sementara itu, analis Bank of America memperkirakan harga minyak yang lebih rendah akan menekan pasokan. Jika harga WTI rata-rata berada di level US$57 per barel pada 2026, sesuai proyeksi mereka, produksi minyak serpih AS berpotensi menyusut sekitar 70.000 barel per hari.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan