Harga Minyak Naik 5 Persen Usai Trump Sanksi Rusia

admin.aiotrade 24 Okt 2025 2 menit 14x dilihat
Harga Minyak Naik 5 Persen Usai Trump Sanksi Rusia


Harga minyak mengalami kenaikan signifikan sebesar 5 persen, mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada hari Kamis (23/10). Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap dua perusahaan energi Rusia utama, yaitu Rosneft (ROSN.MM) dan Lukoil (LKOH.MM), karena perang yang sedang berlangsung di Ukraina.

Peristiwa ini memicu reaksi dari perusahaan energi di Tiongkok dan India, yang mulai mempertimbangkan untuk mengurangi impor minyak dari Rusia. Menurut laporan Reuters yang dirilis pada Jumat (24/10), harga minyak mentah Brent melonjak sebesar USD 3,40 atau 5,4 persen, menjadi USD 65,99 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik USD 3,29 atau 5,6 persen, mencapai USD 61,79 per barel.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kenaikan harian ini menjadi yang terbesar bagi kedua kontrak minyak tersebut sejak pertengahan Juni, serta menandai penutupan tertinggi mereka sejak tanggal 8 Oktober.

David Oxley, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics, menyatakan bahwa pengumuman sanksi oleh AS terhadap Rosneft dan Lukoil merupakan langkah besar dalam menargetkan sektor energi Rusia. Ia menilai, hal ini bisa menjadi kejutan yang cukup besar dan berpotensi membalikkan pasar minyak global ke dalam defisit tahun depan.

Harga Komoditas Lainnya

Crude Palm Oil (CPO)
Harga minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) mengalami penurunan pada penutupan hari Kamis (23/10). Berdasarkan data dari situs Barchart, harga CPO untuk kontrak November 2025 turun sebesar 0,23 persen, menjadi MYR 4.416 per ton.

Batu Bara
Harga batu bara juga mengalami penurunan. Namun, berdasarkan data dari situs ICE Newcastle, harga batu bara justru naik sebesar 1,22 persen, mencapai level USD 108.00 per ton.

Nikel
Di London Metal Exchange (LME), harga nikel mengalami kenaikan sebesar 1,32 persen, menjadi USD 15.363.

Timah
Sementara itu, harga timah juga naik sebesar 1,15 persen menjadi USD 35.772 per ton, sesuai dengan data dari London Metal Exchange (LME).


Perubahan harga komoditas ini menunjukkan adanya volatilitas yang tinggi di pasar global, terutama akibat tindakan politik dan ekonomi yang diambil oleh negara-negara besar. Perkembangan ini akan terus diawasi oleh para pelaku pasar dan pemerintah di seluruh dunia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan