Harga Minyak Naik Didorong Optimisme Perjanjian AS-China

admin.aiotrade 27 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Harga Minyak Naik Didorong Optimisme Perjanjian AS-China

Penguatan Harga Minyak di Tengah Perbaikan Hubungan Dagang AS-China

Harga minyak mengalami penguatan pada hari Senin (27/10/2025) seiring dengan membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hal ini memberikan optimisme terhadap prospek permintaan energi, yang secara langsung mendorong minat terhadap aset berisiko.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak Desember 2025 tercatat naik 0,59% atau 0,36 poin menjadi US$61,36 per barel pada pukul 07.47 WIB. Sementara itu, harga minyak patokan Brent juga menguat sebesar 0,56% atau 0,37 poin, mencapai level US$66,31 per barel.

Para negosiator utama dari AS dan China menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dalam beberapa isu penting. Kesepakatan ini membuka jalan bagi Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping untuk memfinalisasi kesepakatan dagang pada hari Kamis mendatang.

Dalam wawancara dengan CBS News, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa ancaman Trump untuk memberlakukan tarif hingga 100% terhadap produk Tiongkok kini tidak lagi menjadi pertimbangan utama berkat adanya kesepakatan ini. AS dan Tiongkok adalah dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, dan meredanya ketegangan antara keduanya dinilai sebagai katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi global.

Harga minyak kembali pulih dari posisi terendah lima bulan minggu lalu. Penurunan impor minyak dari Rusia oleh India dan Tiongkok diperkirakan akan meningkatkan permintaan terhadap jenis minyak lain, sehingga menopang harga yang selama ini tertekan oleh peningkatan produksi dari aliansi OPEC+.

Founder Vanda Insights, Vandana Hari, menyatakan bahwa harapan akan tercapainya kesepakatan dagang AS-China dalam waktu dekat menjadi dorongan positif bagi sentimen ekonomi dan permintaan minyak. Ia menilai bahwa dorongan ini lebih kuat dibandingkan dari sentimen terkait Rusia.

“Namun, saya memperkirakan kondisi surplus pasokan akan tetap membatasi kenaikan harga. Brent kemungkinan akan kembali bergerak di kisaran tinggi US$60-an,” ujarnya seperti dikutip Bloomberg, Senin (27/10/2025).

Menurut pejabat AS, sanksi terhadap Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC merupakan bagian dari strategi untuk mengakhiri perang di Ukraina dengan cara membuat perdagangan minyak Rusia lebih sulit, lebih mahal, dan lebih berisiko. Namun, sanksi tersebut diperkirakan tidak akan menimbulkan guncangan pasokan yang dapat memicu lonjakan harga global.

Saat ini, sejumlah kilang di India memperkirakan impor minyak Rusia akan turun mendekati nol, sementara pembeli di Tiongkok menunda sebagian transaksi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan