Harga minyak naik pagi ini setelah turun tajam kemarin

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 32x dilihat
Harga minyak naik pagi ini setelah turun tajam kemarin

Harga Minyak Mengalami Pemulihan pada Awal Perdagangan Rabu

Pada perdagangan Rabu (10/12/2025) pagi, harga minyak mengalami pemulihan setelah sebelumnya mengalami penurunan. Pukul 07.28 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2026 di New York Mercantile Exchange berada di posisi US$ 58,40 per barel. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,26% dibandingkan dengan harga sehari sebelumnya yang berada di US$ 58,25 per barel.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pemulihan harga minyak ini terjadi setelah beberapa hari kekhawatiran tentang kelebihan pasokan memengaruhi sentimen pasar. Meskipun ada sedikit optimisme, tekanan dari surplus pasokan tetap menjadi isu utama yang memengaruhi harga komoditas ini.

Menurut laporan dari Bloomberg, AS diperkirakan akan mencatat rekor produksi minyak mentah domestik sebesar 13,6 juta barel per hari pada tahun ini. Angka ini akan berkontribusi pada peningkatan pasokan global dan mungkin mengurangi tekanan pada harga minyak.

Saad Rahim, kepala ekonom dari perusahaan perdagangan komoditas global Trafigura Group, menyampaikan bahwa sulit untuk menghindari masalah kelebihan pasokan. Ia menegaskan bahwa baik itu surplus kecil atau besar, hal ini akan selalu memberi dampak pada pasar.

Sementara itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan sebesar 4,8 juta barel pekan lalu. Namun, terdapat kenaikan signifikan dalam persediaan bahan bakar, termasuk bensin dan solar.

Harga minyak mentah terus berada dalam kisaran sempit sejak awal November. Hal ini disebabkan oleh adanya konflik antara kekhawatiran terhadap pasokan dan risiko geopolitik yang terkait dengan aliran minyak Rusia ke negara-negara seperti India.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Minyak

  • Produksi Minyak Mentah AS:
    Produksi minyak mentah AS yang meningkat tajam menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak. Dengan rekor produksi sebesar 13,6 juta barel per hari, pasokan global semakin bertambah.

  • Surplus Pasokan:
    Kelebihan pasokan menjadi ancaman bagi harga minyak. Saad Rahim menyatakan bahwa kelebihan pasokan tidak bisa dihindari, sehingga memengaruhi sentimen pasar.

  • Persediaan Bahan Bakar:
    Meskipun persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan, persediaan bahan bakar seperti bensin dan solar meningkat. Hal ini menunjukkan perubahan pola permintaan di pasar.

  • Risiko Geopolitik:
    Ketegangan politik dan risiko terkait aliran minyak Rusia ke negara-negara tertentu turut memengaruhi harga minyak. Kondisi ini menciptakan ketidakpastian di pasar.

Prediksi dan Tren Pasar

Harga minyak masih terjebak dalam kisaran sempit karena adanya tekanan dari pasokan yang berlebih dan ketidakpastian geopolitik. Para analis memperkirakan bahwa harga akan terus dipengaruhi oleh faktor-faktor ini dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, tren produksi minyak mentah AS yang tinggi dan kebijakan energi internasional akan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Pergerakan harga minyak akan sangat bergantung pada kemampuan para produsen untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

Dengan situasi saat ini, investor dan pelaku pasar harus tetap waspada terhadap perkembangan terbaru yang dapat memengaruhi harga minyak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan