aiotrade.CO.ID -
JAKARTA.
Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (12/12/2025) pagi, setelah sebelumnya mengalami penurunan. Pukul 07.26 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2026 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 57,93 per barel, naik 0,57% dibandingkan harga sehari sebelumnya yang ada di 57,60 per barel.
Beberapa faktor memengaruhi kenaikan harga minyak tersebut. Salah satunya adalah optimisme di pasar keuangan secara umum, yang memberikan dukungan terhadap harga minyak. Optimisme ini membantu mengimbangi prospek yang kurang menjanjikan bagi minyak mentah, yang sempat turun karena kekhawatiran akan kelebihan pasokan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Badan Energi Internasional kembali menegaskan prediksi mereka tentang surplus pasokan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Mereka juga menyatakan bahwa persediaan global telah mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan minyak belum mampu mengimbangi peningkatan pasokan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Selain itu, ketegangan geopolitik juga turut berkontribusi pada kenaikan harga minyak. Presiden AS Donald Trump mengumumkan sanksi baru terhadap enam kapal tanker minyak. Keputusan ini diambil setelah pihaknya menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela pada Rabu lalu. Sanksi dan tindakan tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan dan memengaruhi stabilitas pasokan minyak.
Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga minyak:
- Optimisme pasar keuangan: Pergerakan positif di pasar modal memberikan sentimen positif terhadap harga komoditas seperti minyak.
- Surplus pasokan: Prediksi dari badan energi internasional menunjukkan bahwa pasokan minyak melebihi permintaan, sehingga berpotensi menekan harga.
- Ketegangan geopolitik: Tindakan pemerintah AS terhadap kapal tanker minyak meningkatkan risiko gangguan pasokan dan memicu ketidakpastian di pasar.
Selain itu, kondisi ekonomi global juga menjadi faktor penting. Ketika perekonomian tumbuh, permintaan akan energi cenderung meningkat. Namun, jika pertumbuhan melambat, permintaan bisa turun, yang berdampak pada harga minyak.
Di sisi lain, kebijakan pemerintah dan organisasi internasional seperti OPEC juga berpengaruh. Kebijakan produksi dan pembatasan pasokan dapat memengaruhi harga minyak secara langsung.
Masa depan harga minyak akan bergantung pada beberapa faktor, termasuk perkembangan geopolitik, kondisi ekonomi global, dan kebijakan energi dari negara-negara produsen. Investor dan pelaku pasar harus tetap memantau perkembangan ini untuk mengambil keputusan yang tepat.