Harga minyak Rusia jatuh ke level terendah sejak perang dimulai

admin.aiotrade 20 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Harga minyak Rusia jatuh ke level terendah sejak perang dimulai

Harga Minyak Mentah Rusia Turun ke Level Terendah

Harga minyak mentah Rusia mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level terendah sejak dimulainya perang Rusia-Ukraina. Hal ini terjadi akibat tekanan sanksi dari Amerika Serikat (AS). Harga minyak mentah Ural asal Rusia di Pelabuhan Novorossiysk jatuh ke angka 34,52 dolar AS (Rp571 ribu) per barrel. Penurunan ini menunjukkan dampak besar dari sanksi internasional terhadap sektor energi Rusia.

Pada November, pendapatan Rusia dari ekspor minyak mentah turun ke level terendah sejak Maret 2023. Saat itu, Rusia hanya mendapatkan penghasilan sebesar 1,22 miliar dolar AS (Rp20,3 triliun). Penurunan ini menunjukkan bahwa sektor migas Rusia sedang menghadapi tantangan berat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Penyebab Penurunan Harga Minyak Rusia

Harga minyak mentah asal Rusia turun karena tidak laku di pasar internasional. Pembelian dari China dan India tidak lagi tertarik untuk membeli minyak mentah Rusia karena terdampak sanksi dari AS. Sejumlah perusahaan Rusia telah mengurangi harga minyak dan biaya transportasi untuk meningkatkan jumlah pembeli. Namun, sejumlah kilang minyak di India masih menolak pembelian minyak Rusia.

“Rusia kehilangan miliaran dolar setiap bulan karena sanksi pada industri minyaknya. Diskon untuk minyak Rusia terus meningkat hingga 30 persen dan sejumlah kasus mencapai lebih dari 50 persen,” ujar Janis Kluge, peneliti di German Institute for International Security Affairs.

Penurunan Pendapatan Ekspor Migas Rusia

Kementerian Keuangan Rusia mengungkapkan bahwa total pendapatan dari sektor migas Rusia mengalami penurunan 34 persen pada November. Sementara itu, secara kumulatif, pendapatannya turun 21 persen selama lebih dari 11 bulan pada 2025. Penurunan pendapatan ini akan membuat penghasilan pajak dari sektor migas turun menjadi 410 miliar ruble (Rp84,9 triliun). Pendapatan ini menjadi yang terendah sejak Agustus 2020 dan turun 49 persen dibandingkan level pada Desember 2024.

India Masih Berminat Mengimpor Minyak dari Rusia

Meski ada sanksi dari AS, India tetap berminat untuk mengimpor minyak dari Rusia. Pada Desember 2025, India mengungkapkan rencana untuk mengimpor sekitar 800 ribu barel minyak dari Rusia. Pernyataan ini disampaikan meski diterapkannya sanksi dari AS kepada perusahaan minyak Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sudah mengadakan kunjungan ke New Delhi untuk bertemu Perdana Menteri India, Narendra Modi. Ia mengatakan akan memastikan pengiriman bahan bakar minyak ke India. Di sisi lain, Modi juga mempertanyakan kenapa India harus dihukum oleh AS karena membeli minyak dari Rusia. Sebab, AS sendiri masih membeli bahan bakar nuklir dari Rusia.

Tantangan Ekonomi dan Politik

Penurunan harga minyak mentah Rusia dan penurunan pendapatan dari ekspor migas menunjukkan bahwa negara tersebut sedang menghadapi tantangan ekonomi yang serius. Sanksi dari AS dan negara-negara Barat lainnya mulai memberikan dampak nyata pada sektor energi Rusia.

Selain itu, hubungan antara Rusia dan India tetap kuat meskipun adanya tekanan dari AS. India terus menunjukkan keinginan untuk menjaga hubungan dagang dengan Rusia, bahkan dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Dengan situasi saat ini, dunia terus mengamati bagaimana Rusia akan menghadapi tekanan ekonomi dan politik yang semakin menguat. Sementara itu, negara-negara seperti India dan China terus mencari alternatif pasokan energi yang stabil dan murah.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan