
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan harga teoritis saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar Rp 13.850. Penetapan harga ini dilakukan sebagai bagian dari aksi korporasi yang sedang berlangsung, yaitu penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari menjelaskan bahwa penyesuaian harga baru ini didasarkan pada Peraturan II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Menurutnya, harga saham PANI di akhir masa cum di pasar regular pada perdagangan Senin (8/12) berada di Rp 13.900.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Harga Teoretis saham PANI yang dicantumkan di JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi pada tanggal 9 Desember 2025 disesuaikan dengan fraksi harga menjadi Rp13.850," ujar Pande dalam pengumuman resmi.
Berdasarkan perhitungan BEI, harga teoritis yang terbentuk dengan mengacu pada Indeks Harga Saham BEI serta Indeks Harga Saham Individual PANI adalah sebesar Rp 13.838. Namun, harga tersebut disesuaikan dengan fraksi harga yang berlaku untuk level saham PANI.
Sebelumnya, manajemen perusahaan telah mengumumkan rasio HMETD PANI ditetapkan sebesar 50.831 berbanding 3.646. Artinya, setiap pemegang 50 saham lama PANI memiliki kesempatan untuk memperoleh 3 saham baru.
Adapun harga pelaksanaan untuk menebus saham baru tersebut ditetapkan sebesar Rp 12.975 per lembar saham. Berdasarkan data perdagangan terbaru, setiap saham yang ditebus memberi margin sebesar Rp 1.000 per lembar saham bagi investor yang ikut menebus right issue.
Prospek Saham PANI Usai Right Issue
Menurut Head of Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, prospek saham PANI tetap positif selama perseroan konsisten mengeksekusi proyek PIK 2 sesuai jadwal. Lebih lanjut, lewat right issue, perusahaan berpotensi mengantongi dana jumbo hingga Rp 15,73 triliun.
“PANI masih menarik jika eksekusi proyek sesuai jadwal dan presales naik konsisten,” kata Wafi kepada aiotrade (2/12).
Wafi menilai bahwa harga saham PANI saat ini memiliki risiko lebih tinggi dan dinilai sudah tidak menarik seperti sebelumnya. “Tapi harga sekarang risk–reward-nya tidak semenarik sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan menyatakan bahwa right issue sejumlah emiten membuka berbagai peluang positif bagi emiten. Suntikan dana baru disebut memberi ruang bagi perusahaan memperkuat modal, meningkatkan kapasitas aset, dan mengeksekusi proyek berskala besar.
“Ini bisa mendorong pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” kata David kepada aiotrade Selasa (3/12).
Menurut David, bagi PANI modal baru bisa dimanfaatkan untuk akuisisi atau penambahan aset produktif. Selain itu, right issue juga dapat memperbaiki struktur modal dengan menurunkan rasio utang, sehingga perusahaan lebih tahan menghadapi gejolak ekonomi.
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memberikan target harga saham PANI dalam jangka pendek. Menurutnya, harga saham PANI akan bergerak menuju ke level 14.000 - 14.600.