Harga Saham Garuda Melonjak dengan Suntikan Modal Rp 30 T

admin.aiotrade 10 Okt 2025 2 menit 10x dilihat
Harga Saham Garuda Melonjak dengan Suntikan Modal Rp 30 T

Harga Saham Garuda Indonesia Melonjak 9,52% di Sesi Perdagangan Pertama

Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengalami kenaikan signifikan sebesar 9,52% pada perdagangan sesi pertama hari ini, mencapai level Rp 115. Kenaikan ini terjadi setelah harga saham perusahaan telah meningkat sebesar 49,35% dalam seminggu terakhir. Kenaikan tersebut didorong oleh rencana suntikan modal dari Danantara yang mencapai angka US$ 1,84 miliar atau setara dengan Rp 30,31 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Berdasarkan data dari Stockbit, volume saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 11,95 juta lembar dengan nilai total sebesar Rp 137 miliar. Meski jumlah transaksi tidak terlalu banyak, hanya terjadi 111 kali transaksi saham.

Meskipun demikian, dalam empat hari perdagangan pekan ini, saham GIAA tercatat dilepas oleh investor asing. Transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 52,6 miliar. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpastian di kalangan investor asing terhadap prospek saham Garuda Indonesia.

Proses Restrukturisasi dan Suntikan Modal dari Danantara

Kenaikan harga saham GIAA terutama dipengaruhi oleh pengumuman restrukturisasi perusahaan. Dalam proses ini, PT Danantara Asset Management (DAM) akan menyuntikkan modal melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement).

Rencana besar ini dilakukan untuk memperbaiki posisi keuangan Garuda Indonesia yang masih mencatatkan ekuitas negatif. Hingga 30 Juni 2025, posisi ekuitas Garuda masih negatif sekitar US$ 1,49 miliar. Total aset maskapai milik negara ini mencapai US$ 6,51 miliar, sedangkan liabilitas tercatat sebesar US$ 8,01 miliar.

“Untuk itu diperlukan strategi dalam memperbaiki posisi keuangan khususnya untuk membantu masalah likuiditas perseroan melalui pelaksanaan transaksi dalam rangka keberlangsungan usaha perseroan yang lebih baik ke depan,” ujar manajemen Garuda Indonesia dalam keterbukaan informasi.

Skema Penyuntikan Modal dari Danantara

Aksi private placement ini akan dilakukan Danantara melalui dua skema utama:

  1. Setoran modal tunai sebanyak-banyaknya sebesar US$ 1,44 miliar atau setara dengan Rp 23,66 triliun.
  2. Konversi pinjaman pemegang saham menjadi saham baru senilai US$ 405 juta atau setara dengan Rp 6,65 triliun.

Garuda Indonesia dan anak usahanya, Citilink, sebelumnya telah menandatangani perjanjian pemegang saham dengan Danantara pada 24 Juni 2025. Dalam perjanjian tersebut, Danantara memberikan pinjaman kepada Garuda sebesar US$ 405 juta, yang kemudian akan dikonversi menjadi saham baru melalui skema PMTHMETD.

Pinjaman tersebut telah dicairkan dalam empat tahap dengan total sekitar Rp 6,65 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan operasional, perawatan serta perbaikan pesawat milik Garuda Indonesia dan Citilink. Dengan penyuntikan modal ini, Garuda Indonesia berharap dapat memperkuat posisi keuangannya dan meningkatkan kinerja operasional secara keseluruhan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan