Harga Saham Happy Hapsoro Melonjak 12%, Apa Penyebabnya?

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
Harga Saham Happy Hapsoro Melonjak 12%, Apa Penyebabnya?


Harga saham dari perusahaan yang dimiliki oleh suami Ketua DPR RI Puan Maharani, Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mengalami lonjakan signifikan sebesar 12,78% menjadi Rp 9.925 pada perdagangan sesi pertama, Jumat (10/10). Harga saham tersebut bahkan sempat mencapai level tertinggi harian di Rp 10.375 per saham pada pukul 09.28 WIB.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga jeda makan siang, saham RATU diperdagangkan sebanyak 652,47 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp 644,25 miliar. Nilai perdagangan tersebut membuat RATU berada di posisi ketiga dalam daftar top value atau saham dengan nilai transaksi terbesar pada perdagangan siang ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kenaikan harga saham RATU juga menjadi rekor terbaru sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2025. Sejak initial public offering (IPO), harga saham emiten sektor energi ini telah melonjak sebesar 763,04%. Dalam sepekan terakhir, harga saham RATU mencatatkan kenaikan sebesar 44,89%, dengan kenaikan terbesar terjadi pada Rabu (8/10) yang melesat sebesar 20% atau bertambah 1.500 poin.

Beberapa isu terkait lonjakan harga saham RATU menarik perhatian otoritas bursa. BEI meminta penjelasan kepada manajemen RATU mengenai volatilitas saham tersebut. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah apakah perseroan memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk yang dapat memengaruhi pencatatan saham di bursa dalam tiga bulan mendatang.

Menanggapi hal itu, Direktur RATU Adrian Hartadi menyatakan bahwa perusahaan secara berkelanjutan mengkaji berbagai alternatif pendanaan dan pengembangan usaha, termasuk kemungkinan penerbitan efek bersifat utang atau aksi korporasi lainnya. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan atau rencana aksi korporasi yang bersifat material dan wajib diungkapkan kepada publik.

Kinerja RATU Sepanjang Semester Pertama 2025

Anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 3,43% menjadi US$ 7,64 juta selama paruh pertama 2025. Meski laba perusahaan naik, pendapatan bersih turun dari US$ 27,95 juta menjadi US$ 25,15 juta. Pendapatan perusahaan diperoleh dari bisnis lifting minyak dan gas.

RATU berhasil menekan beban pokok perseroan menjadi US$ 13,32 juta dari US$ 16,37 juta karena penurunan pendapatan. Di sisi lain, perusahaan juga berhasil mengurangi beban keuangan dari US$ 1,10 juta menjadi US$ 742 ribu serta mengurangi bagian laba entitas asosiasi menjadi US$ 2,77 juta dari US$ 3,39 juta.

Faktor yang Mempengaruhi Lonjakan Harga Saham

Lonjakan harga saham RATU diduga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penurunan beban operasional yang signifikan
  • Perbaikan kinerja keuangan meskipun pendapatan sedikit menurun
  • Kebijakan perusahaan yang terus berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait sektor energi juga bisa menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat permintaan pasar terhadap saham RATU. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi dari pihak perusahaan mengenai alasan pasti dari lonjakan harga saham tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan