Harga Saham Nikel Naik, Saatnya Investasi? Ini Saran Ahli!

admin.aiotrade 04 Okt 2025 4 menit 20x dilihat
Harga Saham Nikel Naik, Saatnya Investasi? Ini Saran Ahli!
Harga Saham Nikel Naik, Saatnya Investasi? Ini Saran Ahli!

Tren Kenaikan Harga Saham Emiten Nikel di Indonesia

Harga saham emiten nikel di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan sepanjang tahun 2025, meskipun harga komoditas nikel global mengalami penurunan. Para analis menyatakan bahwa lonjakan ini lebih dipengaruhi oleh narasi hilirisasi dan prospek industri baterai kendaraan listrik. Namun, apakah saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengoleksi saham-saham nikel? Berikut ulasan dan saran dari para ahli.

Kenaikan Harga Saham yang Signifikan

Meski harga nikel global pada 3 Oktober 2025 turun sebesar 14,01% secara tahunan ke level US$ 15.395 per ton, saham-saham emiten nikel justru melesat di pasar modal Indonesia. Beberapa contoh kenaikan yang mencolok adalah:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
  • PT PAM Mineral Tbk (NICL): Naik 326,92% year-to-date ke level Rp 1.110 per saham
  • PT Central Omega Resources Tbk (DKFT): Naik 254,76% ytd ke Rp 745 per saham
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Naik 109,84% ytd ke Rp 3.200 per saham
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL): Naik 52,32% ytd ke Rp 1.150 per saham
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): Naik 36,46% ytd ke Rp 625 per saham
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Naik 21,27% ytd ke Rp 4.390 per saham

Kenaikan ini terjadi meskipun harga nikel dunia sedang mengalami tekanan. Artinya, faktor pendorong utama bukan semata harga komoditas, melainkan ekspektasi investor terhadap masa depan industri nikel di Indonesia.

Faktor yang Mendorong Kenaikan

Menurut Muhammad Wafi, analis dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), rally harga saham emiten nikel lebih banyak dipicu oleh narasi hilirisasi mineral dan posisi nikel sebagai komponen strategis dalam industri baterai kendaraan listrik. Investor memberikan valuasi premium karena melihat potensi jangka panjang yang besar.

Contohnya, PT Vale Indonesia (INCO) tetap stabil karena proyek smelter High Pressure Acid Lead (HPAL) yang didukung mitra global. Sementara lonjakan tajam pada DKFT dan NICL lebih dipengaruhi oleh euforia pasar dan likuiditas rendah, sehingga pergerakan harga lebih spekulatif.

CEO Edvisor Provina Visindo, Praska Putrantyo, menambahkan bahwa perbaikan fundamental juga berperan penting. DKFT dan NICL mencatat peningkatan penjualan bijih nikel pada semester pertama 2025, yang membuat investor menilai ulang valuasi mereka. Selain itu, kebijakan China yang menghapus subsidi pembelian logam dari Rusia membuka peluang ekspor nikel Indonesia ke Negeri Tirai Bambu.

Saatnya Koleksi? Ini Kata Para Ahli

Meski tren harga saham emiten nikel sedang bullish, para analis mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. Berikut beberapa saran penting:

  • Bedakan antara saham berbasis fundamental dan saham berbasis momentum: Menurut Wafi, tidak semua saham yang naik memiliki fundamental kuat. Beberapa hanya terdorong oleh sentimen pasar dan spekulasi. Investor perlu meneliti laporan keuangan, proyek ekspansi, dan kapasitas produksi sebelum membeli.
  • Perhatikan valuasi saat ini: Praska menyebut bahwa sebagian saham emiten nikel sudah berada di area valuasi yang cukup mahal. Artinya, potensi upside mungkin terbatas, dan risiko koreksi harga bisa meningkat.
  • Fokus pada emiten yang sudah berproduksi optimal: Emiten yang masih dalam tahap ekspansi atau belum menghasilkan pendapatan signifikan cenderung lebih volatil. Pilih saham yang sudah memiliki rekam jejak produksi dan penjualan yang stabil.
  • Pertimbangkan diversifikasi sektor: Jangan hanya terpaku pada nikel. Emiten seperti ANTM memiliki eksposur ke emas yang juga sedang dalam tren naik. Diversifikasi bisa membantu mengurangi risiko portofolio.

Saham-Saham Nikel yang Direkomendasikan

Beberapa saham yang mendapat rekomendasi beli dari analis:

  • ANTM (Aneka Tambang): Diversifikasi ke emas dan nikel, valuasi masih menarik untuk jangka menengah
  • INCO (Vale Indonesia): Proyek HPAL dan dukungan mitra global menjadikan saham ini stabil dan prospektif
  • MBMA (Merdeka Battery Materials): Fokus pada bahan baku baterai, cocok untuk investor jangka panjang
  • NCKL (Trimegah Bangun Persada): Salah satu pemain utama dalam ekosistem hilirisasi nikel

Namun, untuk saham seperti DKFT dan NICL, investor disarankan untuk berhati-hati karena pergerakan harga yang sangat volatil dan likuiditas rendah.

Kesimpulan

Kenaikan harga saham emiten nikel sepanjang 2025 memang menggoda, namun bukan berarti semua saham layak dikoleksi. Investor perlu memahami bahwa kenaikan ini lebih dipicu oleh narasi strategis dan ekspektasi jangka panjang, bukan semata-mata oleh harga komoditas.

Jika Anda tertarik untuk masuk ke sektor nikel, pastikan untuk memilih emiten dengan fundamental kuat, proyek yang jelas, dan valuasi yang masih masuk akal. Jangan tergoda oleh lonjakan harga semata, karena di pasar saham, yang naik cepat bisa turun lebih cepat.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan