
aiotrade, JAKARTA – Perusahaan terkait Prajogo Pangestu, PT Petrosea Tbk. (PTRO) telah mempercepat ekspansi bisnisnya sepanjang tahun 2025 melalui berbagai akuisisi. Kinerja keuangan perusahaan diperkirakan akan tumbuh secara signifikan dalam dua tahun mendatang. Hal ini menarik perhatian para analis yang memberikan rekomendasi beli terhadap saham PTRO dengan target harga yang telah disesuaikan.
Beberapa analis menyatakan bahwa empat dari empat lembaga riset merekomendasikan beli untuk saham PTRO dengan target harga sebesar Rp15.050. Angka ini mencerminkan potensi return sebesar 40% dari harga saat ini sebesar Rp10.750. Dalam penutupan perdagangan Jumat (19/12), saham PTRO turun 0,69% menjadi Rp10.775.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Salah satu analis yang merekomendasikan beli adalah Juan Harahap dari Samuel Sekuritas Indonesia. Dalam laporan riset yang dirilis pada 8 Desember 2025, Juan mengungkapkan bahwa kinerja PTRO diharapkan mengalami akselerasi sejak 2026, termasuk perbaikan return on equity (ROE). Ia menilai bahwa saham PTRO masih memiliki ruang untuk re-rating harga yang signifikan.
"Kemungkinan masuknya saham ini ke dalam indeks MSCI big cap juga menjadi faktor pendukung. Oleh karena itu, kami merekomendasikan spekulatif buy dengan target harga Rp17.000, yang mencerminkan potensi kenaikan sebesar 58%," ujar Juan.
Namun, Juan juga menyebutkan beberapa tantangan yang dapat menghambat realisasi proyeksi kinerja PTRO. Antara lain adalah keterlambatan eksekusi proyek dan risiko regulasi.
Selain Juan, Dennis Tay dan Tristan Elfan dari Henan Putihrai Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli untuk PTRO. Dalam laporan riset yang terbit pada 3 Desember 2025, mereka meningkatkan target harga saham PTRO dari Rp10.000 menjadi Rp13.100. Kenaikan ini didorong oleh optimisme terhadap prospek pertumbuhan PTRO yang didukung oleh akselerasi pendapatan dari segmen EPCI setelah akuisisi Grup Gafar dan Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL).
Risiko penurunan tetap ada, seperti potensi lebih lambatnya ramp-up proyek EPCI dan tantangan integrasi SBPL yang bisa memengaruhi laba jangka pendek. Namun, riset tersebut memprediksi bahwa segmen EPCI akan memberikan dorongan laba yang kuat pada kuartal IV 2025, sehingga memungkinkan PTRO mendekati proyeksi kinerja 2025.
Henan Putihrai Sekuritas memproyeksikan pendapatan PTRO di akhir 2025 mencapai US$976,4 juta dan meningkat menjadi US$1,32 miliar pada 2026. Laba bersih PTRO diperkirakan naik dari US$42,1 juta pada 2025 menjadi US$71,2 juta pada 2026.
Pada 21 November 2025, PTRO melalui anak usahanya, Petrosea Services Solutions Ltd., menyelesaikan pengambilalihan 60% saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL) dari TCAL Engineering Pte. Ltd. Nilai akuisisi ini sebesar SGD10,3 juta atau sekitar US$8,03 juta.
Sebelumnya, pada 1 Agustus 2025, PTRO menandatangani perjanjian pembelian seluruh saham HBS (PNG) Limited & anak usahanya (Grup HBS) dengan total nilai transaksi sebesar AU$40 juta atau sekitar US$25,76 juta.
Masih dalam bulan Agustus 2025, PTRO mengumumkan akuisisi perusahaan di sektor EPCI, Hafar Group bersama dengan emiten afiliasi Happy Hapsoro, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA). Dalam akuisisi ini, PTRO mengakuisisi 51% saham Grup Hafar melalui PT Petrosea Engineering Procurement Construction, sedangkan RAJA mengambil porsi 49%.
Direktur PT Petrosea Tbk., Ruddy Santoso, menyatakan bahwa akuisisi HBS dan Hafar Group diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perseroan sebesar 13% secara tahunan atau year on year (YoY) dan pertumbuhan EBITDA sebesar 12% pada 2026.
"EBITDA margin setelah akuisisi diharapkan meningkat menjadi 22% pada 2026. Ini sejalan dengan margin HBS dan Hafar, standalone yang diharapkan berada di level 30-34% pada 2026," ujar Ruddy dalam public expose secara daring, Senin (6/10/2025).