Hari Ini, Prabowo Umumkan 10 Nama Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Hari Ini, Prabowo Umumkan 10 Nama Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto


JAKARTA, aiotrade – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan mengumumkan sepuluh nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional pada hari ini, Senin (10/11/2025).

Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, pengumuman akan dilakukan langsung oleh Presiden. Ia menyampaikan bahwa sekitar sepuluh nama akan diumumkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Besok, Insya Allah akan diumumkan. Iya (oleh Presiden Prabowo langsung). Kurang lebih sepuluh nama,” kata Prasetyo Hadi saat berada di Jalan Kertanegara, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Dari ratusan nama yang diajukan, salah satu tokoh yang dianggap layak menerima gelar tersebut adalah Presiden ke-2 RI, Soeharto.

“Ya, masuk, masuk,” ujar Prasetyo Hadi.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh orang itu merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa mereka bagi bangsa dan negara.

“Itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apa pun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” katanya.

49 Nama Diusulkan

Proses seleksi untuk menentukan sepuluh nama penerima gelar Pahlawan Nasional telah melalui tahapan panjang, mulai dari usulan tingkat daerah hingga penilaian di pusat.

Awalnya, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) RI melaporkan ada 49 nama tokoh yang diusulkan sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional ke Presiden.

Ketua Dewan GTK RI, Fadli Zon, menjelaskan hal ini setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/11/2025).

“Ada 40 nama calon Pahlawan Nasional yang dianggap telah memenuhi syarat dan ada sembilan nama yang merupakan bawaan, carry over, dari yang sebelumnya. Jadi, totalnya ada 49 nama,” kata Fadli Zon.

Dari 49 nama tersebut, sebanyak 24 nama masuk kategori prioritas.

Ia menjelaskan, 24 nama prioritas ini akan diseleksi terlebih dahulu oleh Dewan GTK yang diketuai olehnya, setelah dikaji oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat yang dibentuk oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Dari 49 nama tokoh yang ada, akan dipilih lagi beberapa nama yang akan diusulkan kepada Prabowo.

“Ya, tentu akan diseleksi lagi. Termasuk oleh kami sendiri akan disortir lagi gitu ya. Kira-kira untuk disampaikan nanti kepada Presiden,” ucap Fadli.

Proses Seleksi yang Berjenjang

Fadli memastikan bahwa semua nama yang diusulkan telah memenuhi syarat dan memiliki perjuangan yang jelas.

Bahkan, latar belakang, riwayat hidup, dan perjuangan mereka telah diuji secara akademik dan ilmiah.

“Termasuk nama Presiden Soeharto itu sudah tiga kali bahkan diusulkan, ya. Dan juga beberapa nama lain, ada yang dari 2011, ada yang dari 2015, semuanya yang sudah memenuhi syarat,” tutur Fadli.

Proses seleksi dimulai dari pengusulan oleh berbagai peneliti dan pakar dari berbagai latar belakang kepada kabupaten/kota masing-masing.

Usulan tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah provinsi, hingga akhirnya diberikan kepada pemerintah pusat.

“Jadi, proses dari pengusulan Pahlawan Nasional ini adalah proses dari bawah, dari masyarakat, dari kabupaten, kota. Kemudian di sana ada tim peneliti yang terdiri dari para pakar dari berbagai latar belakang,” ujar Fadli.

Setelah itu, nama yang masuk ke jajaran daerah diseleksi lagi di tingkat pemerintah pusat.

“Setelah dari kabupaten, kota ke provinsi, di sana ada juga tim peneliti, akademisi, dan juga sejumlah tokoh yang menilai TP2GP, ya. Kemudian setelah itu kepada TP2GP di Kementerian Sosial,” ujar dia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan