
Operasi Pencarian Warga yang Tenggelam di Sungai Caruban Berakhir dengan Hasil
Upaya pencarian terhadap seorang warga yang tenggelam di Sungai Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen akhirnya membuahkan hasil. Setelah memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 6 November 2025 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban sedang mencari rumput di pinggiran sungai. Namun, kondisi tanah yang licin membuat korban terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tenggelam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Setelah korban jatuh ke sungai, saksi langsung melapor ke perangkat desa dan BPBD Kebumen. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Unit Siaga SAR Kebumen untuk dilakukan pencarian,” kata M. Abdullah, Kepala Kantor SAR Cilacap.
Korban diketahui bernama Sahad (69), warga Desa Gentanlor RT 01 RW 01, Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. Pada pukul 09.40 WIB, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 7°39'54.1"S 109°32'49.9"E, tepatnya di bawah pintu air sekitar 500 meter dari lokasi kejadian (LKP) ke arah hilir. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Proses Pencarian yang Dilakukan oleh Tim SAR
Proses pencarian korban berlangsung secara intensif selama dua hari. Tim SAR Gabungan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti perangkat desa, BPBD Kebumen, serta unit siaga SAR. Mereka melakukan penyisiran di sepanjang alur sungai, terutama di area yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk menemukan korban.
- Proses pencarian dimulai setelah laporan dari saksi mata yang melihat korban jatuh ke sungai.
- Tim SAR menggunakan alat-alat seperti perahu karet dan alat pendengar untuk mempercepat proses pencarian.
- Koordinasi antarinstansi menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan operasi ini.
Informasi Terkait Korban
Sahad, korban yang tenggelam, adalah seorang warga lanjut usia yang tinggal di Desa Gentanlor. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan aktif dalam kegiatan masyarakat setempat. Kejadian ini menjadi duka bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
- Sahad berusia 69 tahun.
- Tinggal di Desa Gentanlor RT 01 RW 01.
- Dikenal sebagai warga yang baik dan aktif dalam kehidupan komunitas.
Penutupan Operasi SAR
Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi ditutup. Seluruh anggota tim yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. Proses pemakaman korban dilakukan sesuai dengan tradisi dan kepercayaan masyarakat setempat.
- Korban dievakuasi ke rumah duka.
- Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
- Proses pemakaman dilakukan dengan penuh kesedihan dan penghormatan.