Hari Kedua Pencarian Masih Kosong, Dadong Retu Bawa Dua Sapi Keluar Rumah

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 18x dilihat
Hari Kedua Pencarian Masih Kosong, Dadong Retu Bawa Dua Sapi Keluar Rumah
Hari Kedua Pencarian Masih Kosong, Dadong Retu Bawa Dua Sapi Keluar Rumah

Operasi Pencarian Warga yang Hilang di Karangasem

Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di wilayah Panglega, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Operasi ini dilakukan pada hari kedua, Jumat (7/11), dengan fokus penyisiran di sekitar lokasi penemuan sapi milik korban.

Menurut informasi yang diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, korban adalah seorang lansia bernama Ni Wayan Retu (75 tahun). Ia diketahui meninggalkan rumahnya sambil membawa dua ekor hewan ternaknya. Informasi kejadian ini diperoleh dari keluarganya pada malam hari sekitar pukul 19.20 Wita.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Awalnya, keluarga berencana untuk membawa makanan di pagi hari, tetapi ketika mereka tiba, korban sudah tidak ada di rumah beserta dua ekor sapi yang dimilikinya. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian, namun hanya menemukan satu ekor sapi di bawah jurang di wilayah Panglega, Desa Datah, dan satu ekor sapi lainnya di rumah warga. Sayangnya, Ni Wayan Retu sendiri tidak ditemukan.

Pencarian telah dimulai sejak kemarin malam, dan hari ini fokusnya berada di lokasi terakhir korban terlihat, yaitu di Desa Poh. Tim SAR gabungan terbagi menjadi tiga Search Rescue Unit (SRU) untuk mempercepat proses pencarian. Salah satu SRU fokus mencari di sekitar tebing tempat sapi korban ditemukan.

Selain upaya resmi dari tim SAR, pihak keluarga serta masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam pencarian. Mereka menggunakan kearifan lokal dengan menjalankan ritual adat, termasuk membunyikan gamelan tradisional sebagai bagian dari upaya mengundang keberuntungan dalam pencarian.

Namun, hingga saat ini, hasil operasi SAR hari kedua belum memberikan keberhasilan dalam menemukan keberadaan Ni Wayan Retu. Proses pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur, seperti SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Bhabinkabtimas Datah, Kadus Datah, Babinsa Datah, serta keluarga dan masyarakat setempat.

Upaya Kolaboratif dalam Operasi Pencarian

Operasi pencarian ini menunjukkan komitmen tinggi dari berbagai pihak dalam mencari korban yang hilang. Berikut beberapa hal penting yang terlibat dalam operasi ini:

  • Partisipasi masyarakat:
    Masyarakat setempat aktif dalam mencari korban, baik secara langsung maupun melalui kearifan lokal yang mereka percayai. Mereka juga turut membantu dengan membunyikan gamelan tradisional, yang merupakan bagian dari ritual adat setempat.

  • Koordinasi antar lembaga:
    Tim SAR gabungan bekerja sama dengan berbagai instansi seperti SAR Karangasem, Bhabinkabtimas, Kadus, dan Babinsa. Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan pencarian berjalan efektif dan terstruktur.

  • Fokus pada lokasi terakhir:
    Fokus utama pencarian berada di Desa Poh, tempat korban terakhir kali terlihat. Area ini menjadi prioritas karena kemungkinan besar korban berada di sekitar lokasi tersebut.

  • Dukungan keluarga:
    Keluarga korban sangat aktif dalam proses pencarian. Mereka tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan informasi penting tentang kebiasaan dan kecenderungan korban.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan