Hari Keempat, Banjir Terus Lumpuhkan Pantura Semarang

admin.aiotrade 25 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
Hari Keempat, Banjir Terus Lumpuhkan Pantura Semarang

Banjir Masih Melumpuhkan Jalan Pantura Kaligawe

Masuknya hari keempat, banjir masih terjadi di Jalan Pantura Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pada Sabtu (25/10), genangan air yang mencapai ketinggian 60 hingga 80 sentimeter membuat arus lalu lintas di jalur nasional tersebut lumpuh total.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi paling parah terjadi di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Jalanan utama ini hanya bisa dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus, sedangkan kendaraan kecil tidak disarankan melintas. Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, mengatakan banyak kendaraan roda dua dan mobil kecil yang memaksa menerobos genangan akhirnya mogok.

Beberapa truk juga terlihat naik ke median jalan karena jalur tidak terlihat tertutup air. Ia meminta sepeda motor dan mobil kecil seperti sedan atau minibus untuk tidak melewati area tersebut. “Banyak truk mogok, nanti kalau memaksa bisa ikut mogok dan menambah panjang kemacetan,” ujarnya.

Kemacetan semakin memanjang karena antrean kendaraan besar yang bergerak lambat. Polisi, TNI, serta sukrelawan dan BPBD juga menyiagakan perahu untuk membantu evakuasi tenaga kesehatan dan pasien dari RSI Sultan Agung yang terdampak banjir. “Kami sudah terjunkan perahu untuk evakuasi para nakes dan pasien RSI Sultan Agung,” ujarnya.

Upaya Mengurangi Debit Air

Menurutnya, salah satu langkah untuk mengurangi debit air adalah dengan memaksimalkan pompa-pompa yang merupakan ranah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. “Kami juga memohon BBWS Pemali Juana bisa memaksimalkan pompa-pompa agar air segera surut,” ujarnya.

Sayangnya, beberapa rumah pompa milik BBWS Pemali Juana tidak beroperasi secara maksimal. Di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin, hanya dua dari enam total pompa yang bisa dihidupkan. Hal serupa juga terjadi di Rumah Pompa Sringin. Ini menyebabkan proses penurunan air menjadi lebih lambat.

Dampak Terhadap Masyarakat

Banjir yang terjadi selama beberapa hari ini telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat sekitar. Banyak warga yang harus menghindari jalur-jalur yang tergenang, sehingga mengganggu aktivitas harian mereka. Selain itu, keberadaan air yang tinggi juga berpotensi menyebabkan risiko kesehatan, seperti penyakit kulit atau infeksi.

Selain itu, situasi ini juga memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pengendara kendaraan kecil yang cenderung kurang waspada. Para petugas keamanan dan relawan terus berupaya untuk memberikan informasi dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

Untuk mengatasi masalah banjir, pihak berwenang melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mempercepat operasi pompa air yang ada di wilayah tersebut. Namun, karena kondisi teknis dan keterbatasan sumber daya, proses penurunan air tetap membutuhkan waktu yang cukup lama.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menghindari daerah yang rawan banjir. Petugas juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, diharapkan kondisi banjir dapat segera teratasi dan kehidupan masyarakat kembali normal. Namun, hingga saat ini, situasi masih memerlukan perhatian dan tindakan yang lebih intensif dari semua pihak terkait.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan