Hari Pertama Penyaluran Bantuan Rp900 Ribu, Tidak Semua Cair

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Hari Pertama Penyaluran Bantuan Rp900 Ribu, Tidak Semua Cair
Hari Pertama Penyaluran Bantuan Rp900 Ribu, Tidak Semua Cair

Penyaluran BLT Rp 900.000 Per Keluarga Mulai Dilakukan

Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah memulai penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, sehingga tidak semua penerima dapat mencairkan bantuan pada hari pertama.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa jadwal penyaluran sudah dimulai sejak hari ini. Ia menjelaskan bahwa sebanyak lebih dari 8 juta keluarga telah menerima BLT melalui sistem Himbara.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mekanisme Penyaluran BLT

Penyaluran BLT berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) untuk kelompok Desil 1–4, yaitu lapisan masyarakat dengan kesejahteraan terendah. Mekanisme distribusi dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.

Untuk pengambilan di kantor pos, penerima bisa datang langsung atau akan diantar bagi yang tidak bisa hadir. Namun, penyaluran lewat Himbara memerlukan waktu lebih lama karena penerima harus membuka rekening terlebih dahulu.

Masalah dalam Penyaluran BLT

Meski demikian, penyaluran BLT di sejumlah daerah belum berjalan lancar. Dinsos P3A Kabupaten Lumajang mengaku belum menerima informasi resmi terkait pencairan bantuan. Sejumlah kantor pos di Lumajang hingga Jakarta Timur masih menunggu data penerima dari pemerintah pusat.

Petugas Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, mengatakan bahwa mereka belum mendapat instruksi dari Kemensos. Hal ini juga terjadi di beberapa kantor pos lainnya di wilayah Jakarta Timur.

Pengalaman Lapangan

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penyaluran BLT tambahan ini tidak semulus ucapan. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Lumajang mengaku belum mendapatkan informasi perihal penyaluran BLT tersebut.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kantor Pos di Lumajang pun terpantau lengang tanpa ada antrean penerima BLT. Petugas kantor pos juga bingung saat ditanya perihal penyaluran BLT.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Kabupaten Lumajang, Agni Asmara Megatrah, mengatakan bahwa sampai hari ini, Dinsos P3A belum mendapatkan informasi resmi perihal penyaluran bansos tersebut.

“Saya kok baru dengar ya, kami belum terima informasi resmi dari Kemensos,” kata Agni melalui pesan singkat, Senin.

Sejumlah kantor pos di wilayah Jakarta Timur juga mengaku belum dapat menyalurkan BLT meski sudah ada warga yang bertanya terkait hal tersebut.

Petugas Kantor Pos Jatinegara, Luki, belum bisa memberikan kepastian kapan BLT Kesra disalurkan karena belum mendapat data penerima.

“Karena kita juga nunggu data dari pemerintah pusat juga, terkait data penerima bantuan begitu. Kalau yang bertanya, sudah ada tadi pagi cuma satu orang doang tapi pulang lagi,” ucap Luki.

Demikian juga BLT di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, yang belum menerima instruksi resmi dari pemerintah pusat untuk memulai penyaluran bantuan tersebut.

Suasana Kantor Pos Fatmawati pun sepi, hanya ada beberapa warga yang datang untuk keperluan layanan pos reguler.

“Kami belum mendapatkan instruksi mengenai BLT dari Kemensos,” ujar seorang petugas.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan